Rabu, 02 Desember 2020

Masuki Musim Penghujan, Kemensos Siagakan 35 Ribu Tagana

Masuki Musim Penghujan, Kemensos Siagakan 35 Ribu Tagana

Foto: Tagana yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut siap dikerahkan guna membantu evakuasi dan penanganan korban bencana alam akibat cuaca ekstrem. (Triwahyudi Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com – Sedikitnya 35.766 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) disiagakan Kementerian Sosial menyusul semakin meningkatnya intensitas curah hujan di berbagai wilayah di Indonesia.

Tagana yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut siap dikerahkan guna membantu evakuasi dan penanganan korban bencana alam akibat cuaca ekstrem. Selain Tagana juga telah siap sahabat Tagana yang kini berjumlah 63.140 juga turut disiagakan.

“Tidak ada yang ingin bencana terjadi, tapi bagaimanapun antisipasi dan kewaspadaan harus tetap dilakukan. Tagana selalu siap diterjunkan kapanpun dibutuhkan. Maksimal satu jam setelah kejadian harus sudah berada di lokasi,” ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa disela-sela pemberian santunan korban meninggal longsor Jember, Jum’at (17/11).

Khofifah mengungkapkan, Tagana yang disiagakan Kemensos tidak sekedar memiliki kemampuan evakuasi saat bencana, namun juga layanan psikososial. Kurang lebih terdapat sebanyak 7.040 orang Tagana Psikososial.

“Untuk para korban juga ada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan trauma healing dan trauma counseling, lewat layanan dukungan psikososial tersebut,” ujarnya.

Khofifah mengatakan, bencana yang kerap terjadi setiap kali musim penghujan antara lain banjir, angin puting beliung, longsor dan rob. Khofifah juga menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Khofifah menerangkan, Data Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mencatat ada 323 kabupaten/kota yang berpotensi tinggi atau rawan bencana alam. Sekitar 71 kabupaten di antaranya termasuk zona merah. Ke-71 zona merah ini menjadi prioritas penanggulangan bencana bagi Kementerian Sosial.

Selain itu, tercatat sepanjang 2016 terdapat 2.171 kejadian bencana di Indonesia dan berdasarkan data serta informasi bencana Indonesia disebutkan jumlah korban meninggal mencapai 567 jiwa, 489 jiwa luka-luka. 2.770.814 mengungsi dan 23.628 unit rumah rusak ringan dan 5.750 unit rusak berat. (Ari)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.