Sabtu, 28 November 2020

Atas Permintaan Saudi, Menteri-Menteri Luar Negeri Arab Adakan Pertemuan Dadakan di Kairo

Atas Permintaan Saudi, Menteri-Menteri Luar Negeri Arab Adakan Pertemuan Dadakan di Kairo

Kairo, Swamedium.com — Menteri-menteri luar negeri Arab menyelenggarakan suatu pertemuan dadakan di kantor pusat Liga Arab di Kairo, Mesir, atas permintaan Arab Saudi untuk membahas “pelanggaran” Iran dan perannya dalam “merongrong keamanan dan kedamaian Arab”.

Pertemuan pada Ahad (19/11) itu berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan politik antara pemerintah Saudi dan republik syi’ah Iran beserta Hizbullah Libanon.

Reuters melaporkan, menteri luar negeri Libanon, Gebran Bassil, tidak hadir.

“Sebuah putusan menyatakan bahwa Libanon akan diwakili oleh Antoine Azzam, perwakilan tetap (Libanon) untuk Liga Arab,” ungkap seorang narasumber dari kemenlu Libanon kepada Reuters.

Saudi ingin membahas “tindakan agresi oleh milisi Hutsi dukungan Iran di Yaman” setelah pemberontak Hutsi meluncurkan misil balistik ke Riyadh pada 4 November menurut suatu memorandum yang disampaikan oleh sekretaris jenderal Liga, Ahmet Aboul-Gheit, kepada negara-negara anggota.

Bahrain pun mengecam Iran bertanggung jawab atas meledaknya pipa-pipa minyak Bahrain.

“Apa yang Iran lakukan itu menggerogoti keamanan dan kedamaian, tidak hanya di region Arab, tetapi juga di seluruh dunia,” tulis memorandum tersebut.

Saad Hariri, perdana menteri Libanon, mengumumkan pengunduran dirinya di Riyadh pada hari yang sama ketika Hutsi meluncurkan misil.

Tindakan Saad itu telah menyebabkan para politikus senior Libanon berspekulasi bahwa ia berada di suatu tempat layaknya tahanan rumah.

Marwan Bishara, analis politik senior Al Jazeera, mengatakan, Arab Saudi berusaha meningkatkan ketegangan antara Arab dan Iran atas apa yang Saudi rasakan tentang meningkatnya pengaruh Iran dan ancamannya terhadap keamanan regional.

Marwan berpendapat bahwa pertemuan tersebut merupakan “suatu upaya” pemerintah Saudi untuk mengumpulkan dukungan regional ketika “laporan-laporan dari pers utama di AS dan Eropa yang mengisyaratkan alarm di kalangan Barat tentang ‘kecerobohan’ pimpinan Saudi di region saat berhadapan dengan Yaman, Qatar, Libanon, dan Iran”.

Ia menggarisbawahi, bagaimana pun negara-negara Arab itu “terbagi (sikapnya) seperti biasanya”.

“Ada beberapa, seperti Bahrain dan Uni Emirat Arab, yang mendukung Arab Saudi. Akan tetapi, Mesir, tuan rumah Liga Arab, tidak seantusias yang orang-orang pikir dalam mendukung peningkatan pertentangan Saudi terhadap Iran pada saat ini,” jelasnya.

“Negara-negara lain tidak seantusias Arab Saudi,” pungkasnya. (Pamungkas)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.