Senin, 23 November 2020

Buni Yani Daftarkan Banding ke PN Bandung

Buni Yani Daftarkan Banding ke PN Bandung

Foto: Di akhir persidangan, Buni Yani mengucapkan mubahalah. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Buni Yani, datang ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jl RE Martadhinata, Bandung untuk mendaftarkan permohonan banding atas vonis majelis hakim terkait kasus pelanggaran UU ITE yang didakwakan kepadanya, Senin (20/11).

Buni Yani datang ke PN Bandung Senin sekitar pukul 11.30 WIB dengan didampingi syawaluddin, pengacaranya. Permohonan Buni Yani, selanjutnya diterima dan dicatat oleh panitera.

Syawaluddin, pengacara Buni Yani mengatakan banding diajukan karena pihaknya tidak sepakat dengan putusan majelis hakim yang diketuai M. Saptono.

“Kami yakin klien kami tidak bersalah, di persidangan pun terbukti tidak ada bukti kesalahannya,” katanya.

Contohnya, kata Syawaluddin mengatakan terkait pemotongan video, Buni Yani tidak terbukti bersalah. Mengingat beberapa ahli mengatakan Buni Yani tidak melakukan pemotongan video.

“Tidak ada saksi, tidak ada dokumen dan tidak ada ahli yang menyatakan pak Buni dikaitkan dengan pasal pemotongan video,” tuturnya.

Terkait unduhan video yang menurut majelis hakim harus mendapat izin dari Pemprov DKI, juga tidak tepat.

“Itu video di publish di Youtube, untuk publik siapa saja, boleh melihat siapa saja boleh mendownload,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui Buni Yani divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim yang di Ketuai M Saptono pada Selasa (14/11), kemarin.

Buni Yani dinyatakan bersalah telah mengedit video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat telah berkunjung ke Kepulauan Seribu, Oktober 2016, lalu. Video yang awalnya berdurasi 1 jam 48 menit, hanya tersisa 30 detik.

Buni Yani juga dinyatakan bersalah karena mengunggah video milik Pemprov DKI Jakarta, tanpa izin.

Walau dinyatakan bersalah, tetapi majelis hakim belum memerintahkan Buni Yani ditahan. (Ris)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.