Kamis, 26 November 2020

Pertemuan Menlu Asia-Eropa Desak Suu Kyi Tangani Serius Krisis Rohingya

Pertemuan Menlu Asia-Eropa Desak Suu Kyi Tangani Serius Krisis Rohingya

Aung San Suu Kyi turun dari eskalator sebelum pertemuan menteri-menteri luar negeri Asia-Eropa (Asem FMM) ke-13 di Naypyidaw, Myanmar, Senin (20/11). (Aung Htet/AFP)

Naypyidaw, Swamedium.com — Uni Eropa (UE) mendesak pemerintah Myanmar, Senin (20/11), untuk mengizinkan akses kemanusiaan penuh dan mengakhiri kekerasan di Negara Bagian Rakhine yang mengakibatkan lebih dari 600.000 Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh.

Menteri-menteri lıar negeri Asia dan Eropa berkumpul di Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw, dalam rangka pertemuan menteri-menteri luar negeri Asia-Eropa (Asem FMM) dua tahunan.

Tahun ini, Asem FMM berfokus pada kontra terorisme dan kekerasan ekstremisme, nonproliferasi, penghancuran massal persenjataan, dan penguatan keamanan siber.

Setelah bertemu dengan Aung San Suu Kyi, diplomat utama UE, Federica Mogherini, mengatakan kepada para wartawan bahwa Eropa mendesak “penghentian kekerasan, arus pengungsi, dan menjamin akses kemanusiaan penuh ke Negara Bagian Rakhine.”

Suu Kyi yang pernah meraih penghargaan Nobel Perdamaian telah dikritik oleh masyarakat internasional karena membiarkan militer Myanmar berbuat keji di Rakhine. Mereka menyiksa, memerkosa, dan membunuh etnik Rohingya, serta membumihanguskan permukiman warga.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengecam perbuatan keji tersebut, menyebutnya “suatu contoh pembersihan etnik”, sementara pihak militer Myanmar membantahnya tanpa merasa bersalah.

Akan tetapi, Suu Kyi masih memilih untuk tidak mau berkomentar atas kritikan hadirin. (*/Pamungkas)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.