Sabtu, 28 November 2020

Komandan Nuklir AS Akan Abaikan Perintah Ilegal Presiden Donald Trump

Komandan Nuklir AS Akan Abaikan Perintah Ilegal Presiden Donald Trump

Marsekal John Hyten, komandan komando strategis (Stratcom) AS, hadir di gedung kongres AS di Capitol Hill, Washington, AS, pada 4 April 2017. (Yuri Gripas/Reuters)

Halifax, Swamedium.com — Komandan utama nuklir Amerika Serikat mengatakan, Sabtu (18/11), ia akan menolak jika Presiden Donald Trump memerintahkan peluncuran “ilegal” persenjataan nuklir.

Marsekal John Hyten mengatakan kepada hadirin forum keamanan internasional Halifax (HISF) di Halifax, Nova Scotia, Kanada, tentang pendapatnya jika ia mendapatkan perintah seperti itu.

John merupakan komandan komando strategis AS (Stratcom), satu dari sembilan komando di bawah kementerian pertahanan AS.

“Saya pikir sebagian orang mengira kami bodoh,” kata John menjawab pertanyaan tentang skenario seperti itu. “Kami bukan orang bodoh. Kami senantiasa memikirkan hal-hal ini. Ketika Anda bertanggung jawab atas hal ini, bagaimana mungkin Anda tidak memikirkannya?”

John bertanggung jawab mengawasi persenjataan nuklir AS. Ia menjelaskan proses yang akan berlangsung jika ada perintah seperti itu.

Sebagai kepala Stratcom, “Saya memberikan saran kepada Presiden, beliau akan mengatakan kepada saya apa yang harus dilakukan,” terangnya seperti yang disampaikan kembali dalam video pada halaman Facebook HISF.

“Dan jika ini ilegal, tebak apa yang akan terjadi? Beliau (Presiden) akan mengatakan, ‘Bagaimana yang legal?’ Dan kami akan memberikan beberapa pilihan, dari berbagai kemampuan untuk merespons apa pun situasinya. Dan bagai itulah cara kerjanya. Tidak terlalu rumit.”

John mengungkapkan bahwa skenario yang akan dijalani sebagai reaksi terhadap perintah ilegal merupakan praktik standar.

Ia lebih baik menolak perintah ilegal daripada menanggung akibatnya. “Jika melaksanakan suatu perintah yang melanggar hukum, Anda akan dipenjara. Anda dapat dipenjara seumur hidup.”

Kementerian pertahanan AS tidak segera merespons permintaan untuk menanggapi pernyataan John tersebut.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump sesumbar mengancam balik pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, akan meluncurkan nuklir ke Korut. Ia menanggapi ancaman serangan nuklir Kim. (*/Pamungkas)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.