Senin, 23 November 2020

Malingering Kerap Dipakai Orang untuk Hindari Proses Hukum

Malingering Kerap Dipakai Orang untuk Hindari Proses Hukum

Foto: Ilustrasi Gedung KPK. (swamedium)

Jakarta, Swamedium.com Modus Berpura pura sakit kerap dipertontonkan ke hadapan publik. Hal itu diungkapkan oleh Ahli Psikologi Kriminal dari Universitas Indonesia, Reza Indragiri Amriel, ia mengatakan modus pura pura sakit dilakukan oleh seseorang untuk menghindar dari proses hukum.

Lebih lanjut Reza mengatakan, tak sampai disitu, modus malingering akan berkelanjutan dari si pelaku meskipun aksi itu telah terbongkar dan juga si pelaku kejahatan itu telah masuk kedalam penjara.

“Pola malingering akan terus bereskalasi. Nanti nya bisa saja si pesakitan demonstrasikan kembali, setelah ia dijebloskan ke balik teralis besi. Pokoknya, bertujuan untuk menghindari proses hukum,” kata Reza, dalam keterangan rilis nya Senin (20/11).

‎Dosen Psikologi dari Universitas Indonesia itu juga mengatakan bahwa strategi malingering akan bereskalasi ke titik terakhirnya yakni ketika si pesakitan nantinya mengatakan bahwa ia akan bunuh diri (suicide ideation) atau bahkan ‘sungguh-sungguh’ akan berupaya bunuh diri (suicide attempt) di dalam rumah tahanan.

‎Menurut Reza, dengan cara seperti itu, si pelaku yang kerap berpura pura sakit akanbisa menyulitkan instansi penegakan hukum.

“Pasalnya persoalan bukan lagi sebatas ‘sakit atau sakitnya tersangka, melainkan mati atau matinya tersangka,” ungkap Reza.

Untuk itu, Reza berharap agar pengamanan ekstra diberlakukan di dalam ruang tahanan. Hal itu dimaksudkan guna mempersempit ruang gerak akan munculnga aksi lanjutan yang dilakukan malingerer (pelaku yang berpura pura sakit)

“CCTV harus menyala 24 jam, ruangan sel nya juga steril dari benda-benda yang bisa dipakai untuk bunuh diri, serta seminim mungkin patut diupayakan tidak adanya tatap muka,” ujar Reza.

‎Lebih lanjut Reza mengimbau kepada para pelaku malingering untuk ‘lekas sembuh’ dari segala yang telah dilakukan di luar kepentingan hukum selama ini.

“Karena jika akrobat bunuh diri-nya kebablasan, sehingga nyawa malah betul-betul lepas dari badan, akan ada satu pihak yang akan sangat kehilangan yaitu tiang listrik,” tutup Reza.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.