Minggu, 22 November 2020

Program DP Nol Rupiah Dipertanyakan, Ini Jawaban Anies

Program DP Nol Rupiah Dipertanyakan, Ini Jawaban Anies

Foto: anies baswedan-sandiaga uno usai menyampaikan pidato di rapat paripurna DPRD DKI. (Bili/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memaparkan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD DKI terkait program DP nol rupiah yang sebelumnya sempat menjadi bahan pertanyaan pada sidang DPRD, Jumat (17/11) lalu.

Secara umum, Anies menjelaskan, program DP nol rupiah bertujuan untuk memberikan kemudahan akses kepemilikan perumahan bagi masyarakat Jakarta.

“Sasarannya difokuskan pada penduduk yang belum memiliki rumah, serta memenuhi kriteria kepemilikan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami),” kata Anies di Ruang Rapat Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (20/11).

Adapun aturan soal program tersebut, kata Anies, telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/16/PBI/2016 tentang Loan to Value (LTV) atas KPR dan DP Kendaraan Bermotor.

“Pada Pasal 17 Peraturan Bank Indonesia tersebut, telah diatur pengecualian terkait pemenuhan terhadap rasio Loan to Value untuk pembiayaan Program Perumahan Pemerintahan Pusat dan/atau Pemerintah Daerah,” jelas Anies.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) era Joko Widodo (Jokowi) itu menjelaskan 3 skema penyediaan rumah, antara lain :

1. Pembangunan Rusun baru dengan APBD di atas lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta;

2. Melibatkan pihak swasta dalam pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di atas lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta;

3. Melibatkan BUMD/BUMN dalam penyediaan rumah yang proporsinya tergantung pada lokasi lahan, secara rata-rata 70% diperuntukkan bagi komersil dan 30% diperuntukkan bagi MBR.

Selain itu, saat ini sedang disiapkan kelembagaan dan mekanisme penyelenggaraan DP 0 Rupiah yang didalamnya termasuk mengatur tentang asuransi kredit. (Bil)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.