Jumat, 27 November 2020

Tolak SKB Dua Menteri, Serikat Pekerja Pelabuhan Ancam Mogok Nasional

Tolak SKB Dua Menteri, Serikat Pekerja Pelabuhan Ancam Mogok Nasional

Foto: Serikat kerja di Tanjung Perak Surabaya sepakat untuk melakukan mogok nasional jika SKB dua menteri diberlakukan. (Triwahyudi Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com – Terbitnya dua Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Perhubungan (Menhub) dan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi yang akan ditandatangani hari ini, senin (20/11) mendatang menuai protes keras serikat kerja di seluruh pelabuhan di Indonesia salah satunya di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Serikat kerja di Tanjung Perak Surabaya sepakat untuk melakukan mogok nasional jika SKB tersebut diberlakukan.

”Jika SKB diberlakukan maka akan merugikan pengelaan koperasi TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) di Pelabuhan Perak Surabaya. Dan dampaknya akan muncul badan lain yang akan mengelola koperasi di pelabuhan,”jelas Mohammad Arham, salah satu penguru serikat kerja di Surabaya, Senin (20/11).

Diungkapkan pria asal Jember ini, jika hal tersebut terealisasi, maka kehidupan koperasi TKBM di pelabuhan akan mati. Pada dasarnya, kata Idrus seluruh federasi buruh di pelabuhan se Indonesia menolak adanya SKB dua menteri tersebut, terlebih keberadaan Menteri koperasi juga ditinggalkan.

Kementerian Koperasi terpaksa ditinggal dan tidak dilibatkan dalam penandatanganan, karena alasan tidak setuju dengan SKB pengganti SKB 2 Dirjen satu Deputi tahun 2011.

“Dua menteri yang sepakat adalah Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Perhubungan dengan difasilitasi Menko Maritim. Kementerian Koperasi menolak, karena SKB yang saat ini atau yang akan diganti itu sangat terkait dengan Pembinaan dan Penataan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat di pelabuhan,” tandasnya. (Ari)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.