Senin, 23 November 2020

Jumlah Nasabah Pegadaian Tahun Ini Melonjak 24,5 Persen

Jumlah Nasabah Pegadaian Tahun Ini Melonjak 24,5 Persen

Foto. Barang yang bisa digadaikan kini makin bervariasi mulai dari logam mulia sampai koleksi pusaka.(ist)

Jakarta, Swamedium.com – Lazimnya orang mengadaikan barang karena kepepet kesulitan finansial. PT Pegadaian (Persero) mencatat jumlah nasabah yang mengadaikan barang tahun ini mencapai 9,5 juta orang atau meningkat 24,5 persen dibandingkan tahun lalu yang sekira 7,6 juta orang.

Namun Kenaikan nasabah itu, menurut Direktur Utama Pegadaian Sunarso, disebabkan oleh makin beragamnya jenis barang yang bisa digadaikan. Pegadaian menerima berbagai jenis barang gadai, selama barang tersebut memiliki nilai.

Barang yang bisa digadaikan bukan hanya logam mulia atau kendaraan bermotor. Bahkan, barang koleksi pusaka, seperti keris dan gading juga bisa digadaikan.

“Jadi ada banyak barang yang bisa digadaikan, tidak hanya barang- barang mahal. Jadi dititipkan sementara kepada kita istilahnya,” jelasnya di Jakarta, Selasa (21/11) yang dirilis merdeka.com.

Ada pun beberapa barang yang biasanya digadaikan adalah emas perhiasan, emas batangan, arloji dan surat kendaraan. Sementara itu, di daerah yang mayoritas berpenduduk petani, umumnya menggadaikan pompa air dan traktor.

“Di Pegadaian itu, banyak yang dapat digadai. Istilahnya menyimpan sementara, contohnya emas, motor, arloji dan lain lain. Kalau traktor dan pompa air itu biasanya di daerah petani,” jelasnya.

Sunarso menambahkan, pada daerah dengan suku tertentu pihaknya juga pernah menerima gadai keris dan gading. Kedua barang tersebut diterima karena memiliki nilai sejarah yang tinggi, sehingga pasti ditebus oleh nasabah.

“Ada yang bawa gading dan itu seperti harta warisan. Itu dinilai dengan cara ditimbang, itu suku tertentu ya di Flores. Kemarin itu juga ada yang bawa keris pada kita,” jelasnya. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.