Selasa, 01 Desember 2020

Kapolri Jamin Tahun Politik Aman, Investor Jangan Galau

Kapolri Jamin Tahun Politik Aman, Investor Jangan Galau

Foto. Kapolri Tito Karnavian menjamin stabilitas keamanan selama tahun politik yang akan berlangsung 2018. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Tahun 2018 disebut tahun politik sebab pemilihan kepala daerah (Pilkada atau Pemilukada) akan berlangsung serentak di 171 kota, kabupaten dan provinsi Indonesia. Investor was-was akan banyak gejolak, sehingga membutuhkan jaminan stabilitas keamanan politik dan ekonomi dari aparat negara.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan tahun politik bisa dilalui dengan aman. Sebab masyarakat, ungkap dia, sudah berpengalaman dalam menghadapi tahun politik.

Meskipun dinamika politik tak dapat dielakkan, Kapolri menjamin stabilitas keamanan tetap terjaga dan gerak perekonomian juga dijamin masih kondusif.

“Dinamika pilkada ada, tapi kita sudah berpengalaman menghadapi dinamika pilkada berkali-kali, bukan sekali. Pemilu Presiden bukan sekali, gejolak-gejolak Insya Allah bisa kita tangani dengan baik,” ujarnya saat membuka perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (20/11) yang dirilis media.

Menurut Tito, kunci keamanan itu terwujud selagi Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dapat bersinergi dalam menjaga keamanan negara. “Selagi Polri dan TNI kompak dan solid, 2018 insya Allah saya jamin aman, dinamika itu biasa, polarisasi ini juga biasa,” kata Tito.

Dia juga mengajak serta masyarakat untuk mendukung tugas Polri dan TNI, yaitu dengan tidak banyak memanfaatkan isu primodialisme yang meliputi Suku, Agama, Ras, dan Adat (SARA) untuk memenangkan Pilkada. Diharapkannya, para kandidat tersebut lebih mengedepankan sosialisasi program kampanye, ketimbang memanfaatkan isu SARA.

“Jual program itu akan lebih baik,” tukas Tito

Tito berkeyakinan, perekonomian dalam negeri akan terus meningkat. Bahkan di tahun 2045 mendatang, menurut Tito, Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia.

Dia melanjutkan, perekonomian suatu negara dilihat berdasarkan produksi. Setidaknya ada tiga hal yang memengaruhi produksi. Pertama, produksi terkait populasi yang berhubungan dengan angkatan kerja. Kedua, produksi berhubungan dengan sumber daya alam, dan ketiga, produksi terkait luas wilayah.

“Nah Indonesia memiliki 3 persyaratan itu, tidak banyak negara memiliki syarat itu,” jelas dia. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.