Senin, 23 November 2020

Sejahterakan Guru Madrasah Diniyah, Pemprov Jatim Sekolahkan Sampai Lulus S1

Sejahterakan Guru Madrasah Diniyah, Pemprov Jatim Sekolahkan Sampai Lulus S1

Foto: Pemprov Jatim terus berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui dual track strategy, yakni pendidikan non formal dan formal. (Triwahyudi Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Pemprov Jawa Timur terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas guru Madrasah Diniyah (madin), salah satunya dengan menyekolahkan guru madin hingga lulus Strata-1 (S1).

Program ini dilakukan agar guru madin memiliki kompetensi tak hanya pendidikan agama, tapi juga pendidikan formal sehingga nantinya mampu mencetak lulusan yang berdaya saing dan memiliki keterampilan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat memberikan Kuliah Perdana Mahasiswa Program Kualifikasi Akademik Guru Madrasah Diniyah Tahun 2017 di Islamic Center Surabaya, Senin (20/11).

Menurut Pakde Karwo, sapaan lekatnya, salah satu tantangan yang akan dihadapi Jatim adalah bonus demografi di Tahun 2019. Dimana usia produktif (usia 15-64 tahun) sejumlah 69,60 persen. Selain itu, tenaga kerja baru di Jatim pada Tahun 2018 nanti diperkirakan berjumlah 326.629 orang.

Masyarakat usia produktif ini, lanjut Pakde Karwo, harus memiliki keterampilan, bila tidak mereka akan menjadi pengangguran dan menjadi beban kriminalitas di perkotaan.

“Untuk itulah kami akan menggandengkan diniyah salafiyah dengan keterampilan,” katanya.

Pakde Karwo mengatakan, suatu negara akan maju dan lebih baik bila basisnya spiritual. Sehingga ia kurang setuju dengan konsep yang dicetuskan oleh Chapra bahwa negara maju basisnya adalah kebudayaan.

“Salah satu perwujudan konsep spiritual ini adalah dengan program ini, menyekolahkan ustadnya,” katanya.

Program madin ini, lanjutnya, termasuk dalam program peningkatan SDM dan memberikan nilai tambah. Pemprov Jatim sendiri terus berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui dual track strategy, yakni pendidikan non formal dan formal.

Pendidikan non formal yakni melalui SMK Mini dan BLK, sedangkan pendidikan formal melalui beberapa strategi diantaranya link and match lulusan SMK dengan kebutuhan industri, filial SMK dengan PTN, hubungan kerjasama SMK dengan luar negeri, ekstrakurikuler di MA dll.

“Beberapa waktu lalu saya melakukan pertemuan dengan kyai di Madura untuk melakukan dual track agar Madrasah Aliyah memiliki pendidikan keterampilan dan tersertifikat,” terang orang nomor satu di Jatim ini. (Ari)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.