Jumat, 27 November 2020

Usai Lakukan Pemeriksaan, KPK Makin Pede Jerat Setnov

Usai Lakukan Pemeriksaan, KPK Makin Pede Jerat Setnov

Foto: Jubir KPK Febri Diansyah (joko)

Jakarta, Swamedium.com – Mengantongi cukup bukti. KPK makin yakin untuk menjerat Setya Novanto atas dugaan kuatnya alat bukti yang telah dikumpulkan KPK, terhadap sejumlah nama yang di duga ikut menerima aliran dana berdasarkan dua alat bukti yang dimiliki KPK ke dalam pusara perkara kasus KTP Elektronik.

Hal itu, diungkapkan oleh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febridiansyah pada Senin (20/11) Petang, menurutnya bukti yang telah dikumpulkan penyidik semakin kuat setelah proses pemeriksaan.

“Tentu saja kekuatan kami dari bukti bukti. Minimal ada dua alat bukti disana, ditambah proses penetapan tersangka dan selama penyidikan juga, terlebih atas kerjasama dengan pihak internasional, sejauh ini kami makin kuat” terang Febri kepada wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Namun di sisi lain, dinyatakan Febri, mengenai beberapa alat bukti yang telah dimiliki KPK tersebut pihaknya belum dapat membuka ke hadapan publik, berkenaan dengan masih diperlukannya pendalaman lebih lanjut, perihal mengenai hasil temuan KPK itu, serta masih bergulirnya proses penyelidikan terhadap sejumlah nama tersangka dan saksi untuk pelimpahan berkas perkara ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

“Ada beberapa bukti yang secara spesifik belum dapat disebutkan, karena dalam penanganan kasus korupsi kami akan ekstra lebih hati hati dan harus presisi dalam kasus korupsi ktp elektronik ini. Namun seperti adanya bukti komunikasi dari berbagai pihak di duga telah melakukan persengkongkolan dalam membahas proyek ktp elektonik ini sebelum penganggaran” tambah Febri.

Sebelumnya diketahui, KPK telah melakukan penahanan lanjutan selama 20 hari ke depan terhitung sejak Minggu, 19 November 2017, atas pemeriksaan awal yang dilakukan penyidik terhadap Setya Novanto sebagai tersangka. (Jok)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.