Selasa, 24 November 2020

Warga Pekanbaru Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Pekanbaru, Swamedium.com – Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Pekanbaru masih terjadi hingga hari ini, Selasa (21/11). Di kios-kios pengecer hanya terlihat tabung gas yang sudah kosong, pun begitu juga dengan pangkalan gas.

Dikatakan salah seorang warga, Devi, kelangkaan ini terjadi sejak selepas idul fitri beberapa bulan yang lalu dan berlanjut hingga kini.

“Sebenarnya bisa beli ke pangkalan atau pertamina, tapi ada hari-harinya, dan biasanya langsung habis hari itu juga, dan cuma bisa beli satu tabung dengan syarat kartu keluarga,” ujar warga Harapan Raya ini.

Lebih lanjut, Devi mengharapkan pemerintah segera menerapkan kebijakan baru guna menanggulangi kelangkaan gas lpg 3 kg.

“Kalau solusinya beralih ke bright gas 5,5 kg, kami belum bisa, karena perbandingan harganya cukup jauh dibanding gas elpiji 3kg, selain itu tabungnya juga kami belum punya,” tuturnya.

Senada dengan Devi, warga kecamatan Tampan, Roza juga mengeluhkan kondisi ini. Pasalnya, kelangkaan ini membuat pengecer mematok harga yang cukup tinggi bahkan mencapai kenaikan 200 persen.

“Kalau beli di pangkalan harus antre panjang, tapi harganya 18.000. Kalau beli di pengecer harga bisa sampai 35ribu hingga 40ribu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Perdagangan dan Perindustruan (DPP) Kota Pekanbaru Mas Irba H Sulaiman, menyebutkan, kelangkaan Gas elpiji 3 Kg ini disebabkan oleh oknum-oknum pelaku usaha UMKM yang melakukan ‘penimbunan gas’.

“Sebenarnya kalau UMKM tak bermain, gas ini cukup untuk warga Pekanbaru. Ini yang akan ditindak terus, misalnya pelaku usaha laundry yang sekarang gunakan inovasi uap gas dalam mengeringkan pakaian,” ungkapnya beberapa waktu lalu. (Hasbullah Tanjung/jurnalis warga)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.