Sabtu, 28 November 2020

Diperas Pengembang, Pedagang Pasar Turi Mengadu ke PWNU Jatim

Diperas Pengembang, Pedagang Pasar Turi Mengadu ke PWNU Jatim

Foto: Para pedagang Pasar Turi diminta membayar PPN serta pembayaran tambahan-tambahan lainnya, jika tidak dituruti, pembayaran sebelumnya hangus dan tidak diperkenankan menempati kios. (Triwahyudi Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Puluhan pedagang Pasar Turi yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Turi (HPPT) mengadukan nasibnya sebagai pedagang pasar turi ke PW NU Jatim, Rabu (22/11).

Ketua HPPT Muhammad Taufik Al Djufri mengatakan kedatangan pedagang ke PW NU Jatim karena selama ini mengeluh ke permasalahannya selalu tak pernah didengar.

“Negara tidak memihak kepada masyarakat kecil sehingga kami mengadukan permasalahan kami ke PWNU,” jelasnya.

Taufik mengatakan adapun permasalahan tersebut antara lain para pedagang diminta membayar PPN serta pembayaran tambahan-tambahan lainnya, jika tidak dituruti, pembayaran sebelumnya hangus dan tidak diperkenankan menempati kios.

“Persoalan pokoknya itu, ada pemerasan, ada strata title, penarikan, terus ada PPN. PPN itu 10 persen yang sudah dibayar sejak tahun 2013 itu tidak disetorkan kepada negara kurang lebihnya 300 miliar,” tambahnya.

Kepada Ketua PWNU Jatim, Mohammad Taufik mewakili pedagang, mengaku telah membayar bahkan melunasi segala kewajiban yang ditentukan pada perjanjian semula sejak 2013 lalu. Dari catatan HPPT, total pedagang korban kebakaran lalu sebanyak 3600 pedagang, mereka diminta membayar antara 200 – 300 juta per kios, dan 90 persen sudah bayar.

Namun sampai dengan pembangunan Pasar Turi Baru telah selesai dibangun, mereka belum bisa menempati stand, karena dianggap belum melunasi berbagai kewajiban diluar perjanjian awal. (Ari)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.