Sabtu, 28 November 2020

Pengamat Kritik Anggaran Kunker DPRD DKI Sampai Rp 107,7 Miliar

Pengamat Kritik Anggaran Kunker DPRD DKI Sampai Rp 107,7 Miliar

Foto: Jumlah orang yang ikut Kuker dalam satu tahun ditulis 7.752 orang. Tiap orang mendapat biaya representasi Rp 150.000 sehingga total biaya representasi Rp 1,1 miliar. (Bili/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengkritik tingginya anggaran kunjungan kerja (Kunker) DPRD DKI mencapai Rp 107,7 miliar dalam RAPBD 2018.

Menurutnya, anggaran sebesar itu berpotensi disalahgunakan. Bahkan bisa menjadi pemborosan nantinya.

“Anggaran sebesar Rp 107,7 miliar hanya untuk jalan-jalan, dan hanya pemborosan anggaran saja,” kata Uchok saat dihubungi, Rabu (22/11).

Untuk itu, Uchok menyarankan anggaran tersebut dapat dihapus. Apalagi, anggaran tersebut nantinya akan berdampak kepada kinerja Anggota DPRD yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan kunker.

“Anggaran perjalanan dinas DPRD, diminta dihapus. Yang dampaknya anggota dewan DKI Jakarta kinerja akan merosot tajam. Karena anggotanya banyak ke luar dari pada mengikuti rapat rapat dewan,” tutupnya.

Sebelumnya diwartakan, dalam situs apbd.jakarta.go.id anggaran untuk kunjungan kerja (Kuker) anggota DPRD DKI Jakarta pada RAPBD 2018 sebesar Rp 107,7 miliar. Anggaran ini naik dari tahun sebelumnya Rp 28,7 miliar.

Sejumlah anggaran yang dibutuhkan dalam Kuker ini antara lain biaya hotel, representasi, taksi, hingga tiket pesawat.

Jumlah orang yang ikut Kuker dalam satu tahun ditulis 7.752 orang. Tiap orang mendapat biaya representasi Rp 150.000 sehingga total biaya representasi Rp 1,1 miliar. (Bil)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.