Senin, 23 November 2020

Imbas Proyek Infrastruktur ‘Ugal-ugalan’ Jokowi, Seorang Perwira TNI Ditahan Propam

Imbas Proyek Infrastruktur ‘Ugal-ugalan’ Jokowi, Seorang Perwira TNI Ditahan Propam

Foto: Peledakan batu gunung dilakukan untuk membuka jalur kereta api Trans Sulawesi. (Antara)

Makassar, Swamedium.com — Perwira TNI terpaksa ditahan Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIV Hasanuddin lantaran melakukan kerjasama peledakan batu gunung pihak pelaksana proyek kereta api Trans Sulawesi tanpa izin atasan.

Kerjasama itu dalam bentuk bantuan peledakan gunung bantu yang nantinya akan dilalui jalur kereta api di Desa Siawung, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.

Perwira yang ditahan tersebut merupakan Komandan Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 8/SMG, Mayor Czi Dwi Joko Siswanto, beserta dua anak buahnya.

“Makanya saya juga kaget saat peresmian lokomotif itu, pihak pelaksana proyek berterima kasih terkait bantuan peledakan, ya saya kaget karena tidak tau soal peledakan itu,” kata Pangdam XIV Hasanuddin Surya Bakti di aula Kodam XIV Hasanuddin, Selasa (21/11) lalu.

Setelah melakukan penelusuran, Agus mengatakan kerjasama yang dilakukan tanpa ketentuan yang berlaku merupakan kesalahan fatal, apalagi memakai bantuan tenaga prajurit TNI yang lain.

Dalam menjalin kerjasama, pihak yang terkait wajib melaporkan ke Pangdam dan kemudian akan diteruskan ke Kasad. Setelah kerjasama disetujui, selanjutnya Kasad akan membuat mekanisme dan aturan dalam bentuk MoU.

“Memberikan bantuan tidak salah, tapi harus sesuai prosedur dan tidak boleh dilakukan oleh level Danyon,” katanya.

Ketiganya, lanjut Agus, sementara menjalani pemeriksaan di Pomdam terkait kerjasama tersebut. Pihaknya juga akan melakukan penyelidikan terkait bahan peledak yang mereka gunakan.

“Dilihat nanti, apakah salah prosedur ataukah melampaui kewenangannya ataukah ada pidana di dalamnya. Yang jelas, sangsinya macam-macam,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Alamsyah, menambahkan sebenarnya ledakan tersebut tidak berefek bagi warga dan pemerintah karena dilakukan jauh dari pemukiman warga serta merupakan proyek impian warga Sulsel. Namun bagi institusi TNI, hal ini memiliki efek yang besar.

“Yang dimaksud adalah Danyon Zipur 8/SMG beserta anak buahnya. Kalau kerjasama seperti itu, kami memiliki aturan sendiri. Tidak boleh melangkahi Pangdam,” tambah Alamsyah.

Peledakan gunung untuk membuka jalur kereta api

Pembukaan jalur kereta api Trans Sulawesi yang digelar, Jumat (10/11/2017) lalu, dihadiri oleh sejumlah unsur Muspida Sulsel. Kegiatan tersebut ditandai dengan peledakan gunung batu di Desa Siawung, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.

Selain peledakan gunung batu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, juga melakukan uji coba gerbong kereta api bersama sejumlah tamu.

Kepala balai teknik Kereta Api Wilayah Jawa Bagian Timur, Arisman Harefa, mengatakan peledakan itu dilakukan mengingat jalur yang akan dilalui sangat sulit untuk diratakan dengan cara manual. Jika pembukaan jalur rel kereta terus dilakukan agar target 72 persen atau 44 kilometer dapat rampung hingga November 2018 mendatang.

Dana proyek kereta api Trans Sulawesi sendiri bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan APBN dengan total Rp 4,5 triliun. “Dari total anggaran ini, pemerintah menfokuskan pengerjaan 44 kilometer,” katanya kala itu.

Sementara itu, terkait operator dan pengelola sarana dan prasarana akan ditetapkan setelah 44 kilometer rel keretanya rampung per November 2018 mendatang. (*/ls)

Sumber: Rappler

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.