Minggu, 29 November 2020

Arab Saudi Melarang Pengambilan Gambar di Dua Masjid Suci

Arab Saudi Melarang Pengambilan Gambar di Dua Masjid Suci

Riyadh, Swamedium.com — Kementerian luar negeri Arab Saudi menyampaikan nota diplomatik tentang larangan mengambil gambar di dalam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kepada seluruh perwakilan terakreditasi di Kerajaan Arab Saudi pada 12 November 2017.

Kedutaan Besar RI di Riyadh menerima dokumen tersebut tiga hari kemudian.

Kemenlu Arab Saudi memberitahukan bahwa Kerajaan telah melarang pengambilan gambar di dalam dan serambi dua Masjid suci dengan menggunakan segala jenis dan bentuk sarana apa pun.

Sebenarnya larangan pengambilan gambar itu sudah lama berlaku.

Kemenlu menyampaikan kembali imbauan kementerian haji dan umrah agar masing-masing otoritas dapat memberikan penyuluhan mengenai hal tersebut kepada jamaah haji dan umrah.

Sebelumnya pada 23 Oktober 2017, kementerian haji dan umrah Arab Saudi menyampaikan surat edaran kepada para penanggung jawab urusan haji dan umrah di negara-negara asal jamaah serta seluruh perusahaan dan agen-agen wisata penyelenggara kedatangan jamaah dari luar Arab Saudi.

Imbauan itu menyusul laporan dari pihak berwenang Arab Saudi bahwa sebagian jamaah haji dan umrah dari berbagai negara mengibarkan bendera negara masing-masing, lalu melakukan pengambilan gambar di koridor Masjidil Haram.

Saat ditegur dan dinasihati oleh pihak keamanan Masjidil Haram bahwa apa yang dilakukan itu melanggar peraturan dan instruksi, sebagian dari mereka berdalih bahwa yang mereka lakukan untuk kenang-kenangan dan tidak mengetahui tentang peraturan itu.

Oleh sebab itu, penyuluhan kepada jamaah haji dan umrah dilakukan untuk menghindari terjadinya pelanggaran peraturan dan undang-undang oleh jamaah, dalam rangka menghormati kesucian dua Masjid suci, dan demi terciptanya suasana ibadah yang baik bagi seluruh jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Seperti dilansir oleh Republika, Kamis (23/11), kepala biro humas, data, dan informasi sekretariat jenderal kementerian agama RI, Mastuki, membenarkan tentang surat edaran itu. Pihaknya akan menyosialisasikan larangan itu kepada jamaah haji dan umrah.

“Larangan ini akan kami follow up dengan sosialisasi ke penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), asosiasi umrah, serta kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) agar diperhatikan dan menjadi materi yang disampaikan ke jamaah sebelum keberangkatan ke Saudi,” ujar Mastuki, Rabu (22/11).

Sesuai instruksi, pihak keamanan Masjid dapat menyita film, bahkan kamera jamaah yang melanggar larangan tersebut jika diperlukan.

Dalam surat edaran kementerian haji dan umrah serta nota diplomatik kemenlu Arab Saudi itu disebutkan, “kamera biasa, kamera televisi, kamera video, atau yang lainnya.” Berarti larangan tersebut berlaku pula bagi kamera ponsel. Jadi, jamaah haji dan umrah harap dapat mencamkan aturan tersebut. (*/Pamungkas)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.