Jumat, 27 November 2020

Bareskrim Sebut Kasus Viktor Dihentikan, Mabes Polri Membantah

Bareskrim Sebut Kasus Viktor Dihentikan, Mabes Polri Membantah

Foto: Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Rikwanto. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Markas Besar Polisi Republik Indonesia membantah adanya kabar hoax yang menyebutkan bahwa kasus penistaan dan ujaran kebencian yang melibatkan Politisi Partai Nasdem, Viktor Laiskodat dihentikan (SP3).

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan bahwa informasi yang beredar dikalangan masyarakat itu tidak benar, kasus tersebut saat ini masih diproses pihaknya.

“Beredarnya berita di media yang menyatakan bahwa kasus penistaan yg melibatkan saudara VL sudah di hentikan/SP3 oleh penyidik Bareskrim adalah tidak benar. kasus tersebut masih berjalan dan dalam status penyelidikan,” ucap Rikwanto dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (23/11).

Tim Penyidik masih memerlukan beberapa keterangan lagi dari saksi saksi yang hadir di TKP saat hal tersebut terjadi. termasuk juga dari saksi ahli bahasa.

“selanjutnya, karena saudara VL anggota DPR, penyidik juga akan melakukan langkah koordinasi dengan DPR dalam kaitan UU MD3,” lanjutnya.

Nanti proses tersebut akan ditangani MKD DPR terlebih dahulu, karena yang bersangkutan adalah anggota DPR sehingga perlu diuji oleh MKD apakah pernyataannya tersebut dalam kapasitas sebagai anggota DPR yang sedang jalankan tugasnya sebagai wakil rakyat atau kapasitas sebagai pribadi.

“sesuai UU MD3 nomor 17 tahunn 2014 tentang imunitas anggota DPR pasal 224 ayat (1) dan (2) yaitu pernyataan, pertanyaan, pendapat, sikap dan tindakan yang diekspresikan di dalam dan diluar rapat DPR,” jelasnya.

Lebih lanjut Rikwanto mengungkapkan, Bahwa Dirtipidum Brigjen Heri Rudolf Nahak sudah menginformasikan kasus Viktor masih berlanjut.

“sedang berjalan dan penyidik membutuhkan hasil dari sidang MKD DPR sebagai masukan kepada penyidik dalam kelanjutan Proses hukumnya,” pungkasnya. (Yog)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.