Selasa, 24 November 2020

Gagal Gelar RUPSLB, Minna Padi Masih Minat Beli Bank Muamalat

Gagal Gelar RUPSLB, Minna Padi Masih Minat Beli Bank Muamalat

Foto. Minna Padi tunda gelar RUPSLB untuk membeli Bank Muamalat karena belum ada persetujuan OJK. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Belum mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk gagal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (22/11). Meski rapat pemegang saham tertunda, Manajemen Minna Padi menyatakan tetap berkomitmen untuk membeli Bank Muamalat.

Sebelumnya, Minna Padi telah merencanakan menggelar RUPSLB pada Rabu (22/11) pukul 10.00 WIB di The Darmawangsa Hotel, Jakarta Selatan. Namun, hingga jelang pelaksanaan RUPSLB, perseroan belum mendapat surat persetujuan dari OJK. Padahal, rencana mengakusisi saham bank syariah pertama di Indonesia itu ditargetkan selesai akhir tahun ini. Bila RUPSLB tertunda, finalisasi transaksi tersebut diperkirakan juga molor dari jadwal awal.

Direktur Utama PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk Djoko Joelianto, mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen mengakuisisi Bank Muamalat meski RUPSLB ditunda.

“Ya (kami tetap komitmen mengakuisisi),” kata dia, yang dirilis republika.co.id.

Menurut Djoko, perseroan akan melakukan RUPSLB jika sudah mendapatkan persetujuan dari OJK.
Minna Padi juga belum mengetahui pasti kapan persetujuan dari OJK akan dikeluarkan. Salah satu agenda dalam RUPSLB adalah akan membahas akuisisi perusahaan terhadap Bank Muamalat.

Minna Padi berencana membeli saham Bank Muamalat yang diumumkan lewat keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (27/9). Dalam keterbukaan informasi itu disebutkan, Minna Padi telah menandatangani perjanjian pengambilan saham Bank Muamalat.

Skemanya, Minna Padi bermaksud menjadi pemegang saham dengan bertindak sebagai pembeli siaga dalam penerbitan saham baru (right issue) melalui hak memesan efek terlebih dahulu Bank Muamalat.

Nilai transaksinya mencapai Rp 4 triliun dan jumlah saham yang akan dimiliki Minna Padi sekurang-kurangnya 57 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.