Sabtu, 05 Desember 2020

Komunitas Kretek Tuntut Penyediaan Ruang Merokok di Stasiun

Komunitas Kretek Tuntut Penyediaan Ruang Merokok di Stasiun

Foto: Komunitas Kretek menuntut penyediaan ruang merokok di stasiun. (Dok. Komunitas Kretek)

Jakarta, Swamedium.com – Sejumlah orang mengenakan kaos bertuliskan “Sediakan Ruang Merokok di Stasiun,” tampak terlihat di sela-sela pengguna KRL Commuter Line di Stasiun Sudirman, Jakarta, Rabu (22/11) kemarin. Enam orang yang memakai kaos tersebut tergabung dalam aksi penyediaan ruang merokok di Stasiun yang diselenggarakan oleh Komunitas Kretek.

Aksi tersebut digelar dalam bentuk silent action atau aksi berdiam diri. Di bawah plang tulisan “Kawasan Tanpa Rokok” enam orang berjejer rapih dan berdiam diri menunggu pengguna KRL membaca tulisan kaos yang dikenakan, sambil sesekali diajak berpose oleh pengguna KRL yang berlalu lalang.

Ketua Komunitas Kretek Aditia Purnomo mengungkapkan, jika pihak pengelola stasiun dan sebagian kelompok masyarakat salah kaprah menganggap Stasiun dikategorikan sebagai area Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang melarang total aktivitas merokok di dalamnya.

“Stasiun sejatinya harus menyediakan ruang merokok di dalamnya, mengapa? Karena stasiun adalah tempat umum yang jelas-jelas dalam pasal 115 undang-undang nomor 36 tahun 2009 diperintahkan untuk wajib menyediakan ruang merokok,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Aditia menjelaskan, dalam pasal 115 undang-undang nomor 36 tahun 2009 menyebutkan ada 7 area Kawasan Tanpa Rokok, yakni: fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum serta tempat lain yang ditetapkan.

Menurut dia, Stasiun merupakan tempat yang dikategorikan sebagai “tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan. Dan perlu diingat, sambung Aditia, bahwa dalam penjelasan pasal 115 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tersebut menyatakan “bahwa tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan menyediakan tempat khusus untuk merokok”.

“Artinya, Stasiun memiliki kewajiban untuk menyediakan ruang merokok dalam fasilitas mereka. Terlebih lagi kesalahan persepsi mengenai Kawasan Tanpa Rokok ini harus dibenarkan, bahwasanya peraturan mengenai Kawasan Tanpa Rokok yang diatur oleh undang-undang bertujuan untuk mengakomodir hak antara perokok dan bukan perokok. Jadi, menuntut disediakannya ruang merokok adalah hak kami sebagai konsumen,” pungkas Aditia. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.