Senin, 23 November 2020

Rela Menunggu 4 Jam Demi Sholat Berjamaah dengan Fatih Seferegic

Rela Menunggu 4 Jam Demi Sholat Berjamaah dengan Fatih Seferegic

Foto: Hafidz Quran asal AS, Fatih Seferagic. (Yetty Hutagalung/jurnalis warga/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com – Kedatangan hafidz Qur’an asal Amerika Serikat (AS) Fatih Seferegic pada Kopdar Pecinta Al-Quran disambut antusias oleh jamaah masjid Al-Falah, Surabaya khususnya jamaah wanita yang sudah menunggu sejak pukul 15.00 WIB, Rabu (22/11) kemarin.

Fatih Seferegic datang tepat saat adzan Isya berkumandang. Penampilannya malam itu sempat membuat kaum hawa terpukau. Bagaimana tidak, Fatih yang memakai gamis berwarna putih serta memakai topi kian terlihat menawan dan membius jamaah yang rata-rata masih remaja.

Mereka rela menunggu, demi ingin melihat langsung serta mendengarkan lantunan ayat suci Al- Qur’an yang dibacakan Fatih saat menjadi imam pada sholat isya’ berjamaah. Jamaah yang hadir hampir tidak bisa menempati ruangan masjid, dikarenakan jamaah terus berdatangan walau kondisi Surabaya pada saat itu sedang diguyur hujan.

Seusai menjadi imam sholat isya’ berjamaah, pemuda keturunan Bosnia itu langsung digeruduk jamaah. Meski dalam kondisi tidak enak badan, Fatih terlihat semangat dan riang. Berbagai permintaan foto dengan jamaah pun ia layani.

Fatih menyapa jamaah dengan gaya khas yang biasa dibawakan oleh Ustadz Maulana.

“Jamaah, oh jamaaaah,” ujar Fatih yang sontak membuat jamaah pun tertawa.

Acara yang mengangkat tema The Goodness of Qur’an Raises Million Heart ini bertujuan untuk menggalang dana serta mendistribusikan sejuta Al- Quran bagi saudara kita di Rohingya serta daerah terpencil di Indonesia.

Selain itu, kata Fatih, tujuannya datang ke Indonesia adalah untuk mengenalkan para pemuda agar bisa mencintai Al- Qur’an. Dalam talkshow tersebut Fatih, 21 tahun ini menceritakan bagaimana cara dia bisa menghafalkan Al- Qur’an.

“Ketika itu saya masih berusia 9 tahun, disaat itu ibuku selalu mengajarkan aku untuk menghafalkan Al- Qur’an dari hari kehari. Hingga akhirnya ibu memasukkan aku ke sekolah Islamic Society of Baltimore, Maryland.”, ujar Fatih di hadapan ribuan jamaah.

Hingga pada akhirnya, lanjut Fatih, pada umur 12 tahun sudah bisa menghafalkan Al- Quran. Kendati demikian, tidak membuat Fatih puas terhadap pencapaiannya untuk bisa menghafalkan Al- Quran. Pada tahun 2010, Fatih memutuskan untuk belajar agama serta menghafalkan hadis- hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Tinggal di negara yang mayoritas penduduknya non muslim, tidak membuat Fatih Seferagic memiliki ideologi liberal. Ibunya mampu membentuk Fatih menjadi pemuda yang cinta terhadap Al-Quran dan agamanya.

Pemandangan menarik yang sempat menyita perhatian jamaah yang hadir yaitu Fatih tak pernah melepaskan tangannya dari tasbih, mulutnya tak pernah berhenti berdzikir.

“MasyaAllah, udah ganteng, hafidz Quran, sholeh lagi,” tutur salah satu jamaah yang hadir dalam kopdar pecinta Qur’an, Zahra. (Yetty Hutagalung/jurnalis warga)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.