Minggu, 29 November 2020

Sandiaga Sebut Maulid Akbar di Monas untuk Mempersatukan Warga

Sandiaga Sebut Maulid Akbar di Monas untuk Mempersatukan Warga

Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin uno. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kegiatan keagamaan termasuk dalam hal ini adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad merupakn ajang untuk mempersatukan warga. Dia menilai Monas adalah ikon Jakarta, sehingga kegiatan warga selama itu tidak merusak itu diperbolehkan.

“Itu sudah diumumkan oleh pak Gubernur, dan kita pastikan ini ajang untuk mempersatukan warga, bahwa monas ini merupakan sebuah icon, dan warga masyarakat selama ini ingin melakukan kegiatan,” kata Sandi di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/11) sore.

Sandi sangat menyayangkan jika sebelumnya Monas dilarang untuk kegiatan keagamaan, padahal kegiatan seperti olahraga saja diperbolehkan.

“Saya sendiri sering pakai monas untuk kegiatan marathon, dan juga kegiatan olahraga dan kegiatan ya berkaitan dengan kebutuhan dan aktifitas di masyarakat. Kemarin ini aktifitas budaya keagamaan belum diperbolehkan,” ujar Sandi.

Sesuai keinginannya memiliki warga yang berakhlakul karimah, Sandi mendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan untuk Monas dijadikan tempat kegiatan keagamaan.

“Sekarang kebijakan pak Gubernur adalah dalam terus menjaga persatuan dan kesatuan daripada warga, dalam mendorong terciptnya generasi muda yang berakhlakkul karimah dan dalam kesempatan juga untuk memastikan pendidikan tuntas berkualitas lapangan kerja tercipta kita akan gunakan kesempatan kita untuk memberiakn keleluasan,” lanjut Sandi.

Sandi juga mempersilahkan umat dan organisasi agama lain selain Islam untuk melakukan kegiatan keagamaan di Monas, dengan catatan tetap menjaga ketertiban, bertanggung jawab atas kebersihan, dan keindahan Monas.

“Selama masih dalam koridor ketertiban tidak ada sampah yang berserakan, keamanannya dijaga dan tanggung jawabnya bisa dipegang dengan organisasi-organisasi yang betul merepresentasikan kegiatan keagamannya mungkin natal dengan teman-teman dari nasrani, juga nanti hindu, budha, imlek konghucu juga bisa menggunakan. Ini bagian dari keinginan kita mempersatukan rakyat ke depan,” tutup Sandi. (Ima)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.