Sabtu, 05 Desember 2020

Upaya Amerika Serikat Merayu Arab Saudi Meringankan Blokade terhadap Yaman Membuahkan Hasil

Upaya Amerika Serikat Merayu Arab Saudi Meringankan Blokade terhadap Yaman Membuahkan Hasil

Washington, Swamedium.com — Sekretaris negara Amerika Serikat meminta Arab Saudi meringankan blokadenya terhadap Yaman beberapa hari sebelum Arab Saudi mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui pelabuhan Al Hudaydah, Yaman, serta penerbangan Perserikatan Bangsa-Bangsa ke ibu kota Yaman, Sana’a, pada Rabu (22/11).

Tidak dapat dipastikan apakah permintaan Rex Tillerson itu yang menyebabkan Saudi akhirnya memperlunak kebijakan luar negerinya.

Menurut seorang narasumber, Tillerson meminta Saudi meringankan blokade terhadap Yaman melalui telepon selama sekitar 45 menit pada awal pekan ini.

R. C. Hammond, penasihat utama Tillerson, membenarkan kabar tentang percakapan telepon antara sekneg AS dengan Pangeran Mohammed itu.

Pemerintah AS pun mendesak Saudi mengizinkan perdana menteri Libanon, Saad Hariri, kembali ke Beirut setelah ia terbang ke Riyadh pada 4 November dan secara mengejutkan, mengumumkan pengunduran dirinya.

Secara pribadi, para diplomat dan analis intelijen AS berpendapat, kebijakan luar negeri Kerajaan Arab Saudi (KAS) makin mengkhawatirkan, terutama terhadap Yaman dan Libanon, karena Saudi bertujuan untuk membatasi pengaruh republik syi’ah Iran atas kedua negara itu.

Koalisi pimpinan KAS akan mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui pelabuhan Al Hudaydah dan penerbangan PBB ke Sana’a selama lebih dari dua pekan untuk menghentikan pemasokan persenjataan dari Iran kepada pemberontak syi’ah Hutsi Yaman.

Seorang pejabat senior KAS mengatakan kepada Reuters, sebelum Tillerson dan Pangeran Mohammed berunding, pejabat senior Gedung Putih telah berkomunikasi dengan duta besar KAS di Washington.

“Mereka menekankan pentingnya mengutamakan situasi kemanusiaan di Yaman dan kami mengatakan bahwa kami mengerti. Dan pemblokadean itu temporal, sementara kami mengupayakan bantuan kemanusiaan yang komprehensif dan rencana aksesnya,” kata pejabat KAS tersebut.

Seorang narasumber lain yang menjabat di pemerintahan AS membenarkan bahwa para pejabat Gedung Putih dan dewan keamanan nasional berupaya meringankan blokade melalui perundingan dengan Pangeran Mohammed dan adiknya, Khalid, yang menjabat sebagai dubes KAS untuk AS. (Pamungkas)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.