Sabtu, 28 November 2020

Keterangan Polri Soal Viktor Laiskodat Bingungkan Pelapor

Keterangan Polri Soal Viktor Laiskodat Bingungkan Pelapor

Foto: Ketua DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule. (Garudayaksa)

Jakarta, Swamedium.com – Dalam kasus Viktor Laiskodat Polri mengeluarkan dua keterangan yang berbeda, Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak beberapa hari lalu mengatakan bahwa penyidik Bareskrim sudah menghentikan kasus Viktor Laiskodat.

Sementara, Karo Penmas Brigjen Rikwanto membantah jika kasus tersebut dihentikan. Beda statement ini tentunya membuat pelapor bingung.

“Kedua jenderal saling bantah dan saya bingung menanggapinya, karena yang omong keduanya pati Polri berpangkat brigadir jenderal, Herry Nahak dan Rikwanto. Mana yang harus dipercayai keterangannya?” ujar salah seorang pelapor Viktor Laiskodat, Iwan Sumule , Jumat seperti dikutip Sindo (24/11/2017).

Selain itu, pernyataan Brigjen Rikwanto yang mengatakan bahwa Bareskrim menunggu Mahkamah Kehormatan Dewan MKD (DPR) dalam memproses kasus Viktor pun membuat bingungnya. Karena, persoalan yang tangani Bareskrim Polri dengan MKD DPR terkait Viktor Laiskodat adalah dua hal berbeda.

“Sepertinya mau lempar tanggung jawab. Karena MKD mengadili soal etik anggota DPR, sedang Polri menyelidiki dan menyidik soal persoalan pidananya, apakah pidato Viktor ada unsur pidana nya. Dua hal yg berbeda,” papar ketua dewan pimpinan pusat (DPP) Partai Gerindra ini.

Iwan menambahkan, Polri dalam menyidik atau menghentikan sebuah kasus pidana itu harus mengacu pada Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). “Sedang MKD tidak,” pungkasnya. (*/Dng)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.