Sabtu, 28 November 2020

Pernyataan Resmi Oposisi: Proses Politis Gagal karena Pelanggaran Rezim Assad

Pernyataan Resmi Oposisi: Proses Politis Gagal karena Pelanggaran Rezim Assad

Pertemuan oposisi Suriah di Riyadh, Arab Saudi, Rabu (22/11), sebelum perundingan damai PBB di Jenewa. (Faisal Al Nasser/Reuters)

Riyadh, Swamedium.com — Lebih dari 140 partisipan dari oposisi utama rezim syi’ah Suriah berkumpul di Arab Saudi, Rabu (22/11).

Oposisi utama Suriah berpendirian teguh bahwa Presiden Bashar al-Assad tidak sanggup mencapai kesepakatan damai.

Mereka pun membahas kehadiran militer republik syi’ah Iran di Suriah dan menyerukan pasukan milisi syi’ah itu meninggalkan Suriah.

Milisi dukungan republik syi’ah Iran menebarkan terorisme dan perselisihan sektarian antara Muslim dan syi’ah.

Kelompok-kelompok oposisi bertemu untuk menyatukan visi menjelang perundingan damai Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah dua tahun intervensi Rusia membantu rezim syi’ah Suriah mengambil alih seluruh kota utama di Suriah.

Mereka memilih anggota untuk menjadi delegasi dalam perundingan PBB. “Kami sepakat dengan kelompok dari komponen yang hadir di sini, di Riyadh, dan di Kairo, serta di Moskva tentang formasi satu delegasi untuk berpartisipasi secara langsung di Jenewa beberapa hari lagi,” kata seorang juru bicara, Basma Qadmani.

Mediator perundingan damai PBB, Staffan de Mistura, mempersiapkan perundingan di Jenewa. Jumat (24/11), ia pergi ke Moskva untuk berdiskusi tentang situasi di Suriah.

Selama beberapa tahun, Barat dan negara-negara Arab mendukung oposisi mendesak Assad meninggalkan jabatannya.

Sementara itu, sejak Rusia membantu rezim syi’ah dalam perang, pihak oposisi tidak dapat memenangi pertempuran.

Presiden Vladimir Putin meminta diadakan suatu kongres dari rezim syi’ah Suriah dan pihak oposisi untuk menyusun suatu kerangka kerja dalam membentuk struktur negara Suriah ke depan yang memakai konstitusi baru dan menyelenggarakan pemilihan umum di bawah pengawasan PBB.

Akan tetapi, Putin pun berkata, penyelesaian politik di Suriah akan dituntaskan dalam perundingan damai di Jenewa yang diatur oleh PBB.

Pihak oposisi Suriah telah lama mencurigai jalur diplomatik paralel Rusia, yang sebelumnya mengajukan kongres Sochi, termasuk perundingan di Kazakhstan, namun kemudian memaksa bahwa dialog politik Suriah hanya dibahas di Jenewa.

Pernyataan resmi oposisi menyebutkan bahwa seluruh partisipan mendukung PBB yang akan memungkinkan Suriah menjalani suatu transisi politik radikal dari sistem otoriter (sekarang ini) menjadi sistem demokrasi.

Negosiasi harus secara langsung dan tanpa prakondisi dari resolusi dewan keamanan PBB, tegas pernyataan itu.

Pihak oposisi Suriah mendukung restrukturisasi angkatan bersenjata dan lembaga-lembaga keamanan serta pemeliharaan institusi-institusi negara. Selain itu, mendesak pengadilan bagi siapa pun yang bertanggung jawab atas kejahatan perang.

“Proses politis tidak dapat mencapai tujuannya karena pelanggaran yang dilakukan oleh rezim,” ungkap pernyataan resmi tersebut, menyinggung pemboman area-area sipil, pengepungan area-area oposisi, serta penahanan puluhan ribu pemrotes.

Perang sipil Suriah yang memasuki tahun ketujuh telah menewaskan ratusan ribu orang dan menyebabkan krisis pengungsi terburuk sedunia, lebih dari 11 juta warga meninggalkan rumahnya. (*/Pamungkas)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.