Senin, 23 November 2020

Utang Luar Negeri Terus Naik, BI Sebut Masih Terkendali

Utang Luar Negeri Terus Naik, BI Sebut Masih Terkendali

Foto. Utang luar negeri terus naik, perekonomian rawan diguncang fluktuasi mata uang dollar AS. (nael)

Jakarta, Swamedium.com – Utang luar negeri Indonesia terus melambung. Berdasarkan data terbaru dari Bank Indonesia (BI) per September 2017, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD 343,13 miliar atau sekira Rp 4.636 triliun dengan patokan kurs kisaran Rp 13.600 per USD. Angka utang ini naik dibanding bulan Agustus 2017 yang tercatat hanya USD 340,93 miliar.

Posisi utang per September 2017 ini juga naik dibanding awal tahun lalu yang hanya USD 322,90 miliar.

Menurut laman merdeka.com yang mengutip data resmi Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia sebesar USD 343,13 miliar ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah bersama Bank Indonesia dan swasta.

Porsi utang luar negeri pemerintah sendiri mencapai USD 172,37 miliar dan Bank Indonesia sebesar USD 3,53 miliar. Total utang keduanya adalah USD 175,91 miliar. Total utang ini naik dibanding bulan sebelumnya yang hanya USD 174,93 miliar.

Sedangkan, porsi utang swasta tercatat sebesar USD 167,21 miliar. Angka utang ini juga naik dibanding bulan sebelumnya yang mencapai USD 165,99 miliar.

Utang luar negeri swasta juga terbagi menjadi utang perbankan dan utang non-perbankan. Utang perbankan tercatat mencapai USD 28,70 miliar. Sedangkan utang luar negeri non-perbankan tercatat USD 138,50 miliar.

Untuk non-perbankan, terbagi menjadi utang lembaga keuangan bukan bank atau nonbank financial corporation yang mencapai USD 10,71 miliar. Kemudian utang perusahaan bukan lembaga keuangan atau nonfinancial corporation sebesar USD 127,79 miliar.

Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri pada September 2017 tetap sehat dan terkendali. Bank sentral terus memantau perkembangan utang luar negeri dari waktu ke waktu untuk memberikan keyakinan bahwa utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.

“Keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi,” kutipan keterangan Bank Indonesia di situs resminya. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.