Jumat, 27 November 2020

Holding BUMN Tambang Mubazir, kalau Alasannya untuk Beli Freeport

Holding BUMN Tambang Mubazir, kalau Alasannya untuk Beli Freeport

Foto. Ekonom Senior Rizal Ramli minta pemerintah biarkan soal divestasi Freeport hingga berakhirnya kontrak di tahun 2021. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Kontrak PT Freeport Indonesia akan berakhir tahun 2021. Pemerintah disarankan tidak repot membentuk perusahaan induk (holding) BUMN tambang, jika tujuannya hanya untuk membesarkan aset dan beli saham Freeport.

Seperti diketahui, pemerintah berencana membentuk holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang nantinya melebur PT Antam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk ke PT Indonesia Asahi Aluminimun (Inalum) sebagai holdingnya. Inalum ini yang ditunjuk pemerintah untuk beli saham Freeport.

Ekonom Senior Rizal Ramli mengatakan, rencana pembentukan holding BUMN tambang tidak ada gunanya kalau hanya untuk membesarkan aset dan membeli saham Freeport. Menurut Rizal, soal divestasi 51% saham Freeport lebih baik jika dibiarkan saja hingga tahun 2021. Kontraknya habis tahun 2021 sehingga Freeport dengan sendirinya akan jadi milik Indonesia.

“UUD 1945 kita sudah jelas, tapi UU turunannya seperti UU Minerba, banyak ‘diplintir’ oleh pembuat UU yang ‘di-advice’ USAID, sehingga banyak merugikan kepentingan Indonesia sbg negara berdaulat,” tegasnya di TV One yang dirilis media, Jumat (25/11).

USAID (United States Agency for International Development) atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika adalah badan independen dari pemerintahan Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan, dan kemanusiaan untuk negara-negara lain di dunia dalam mendukung tujuan-tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

“Jangan lupa UU Minerba dibuat asing, dan kita bersama dengan NU & Muhammadiyah sudah melakukan yudicial review atas UU itu. Sekarang momentum untuk membenahi BUMN, kita kelola utk kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata mantan Menko Kemaritiman di era Jokowi itu.

Rizal menegaskan kembali pentingnya kedaulatan bangsa dalam pengelolaan sumber daya alam agar tercipta kesejahteraan Rakyat Indonesia.

“Bangsa Indonesia diberikan berkah kekayaan alam luar biasa oleh Tuhan YME. Apalagi dibanding negara-negara ASEAN. Tapi pengelolaannya yang kurang tunjukkan keberpihakan pada konstitusi & rakyat. Ini momentum utk memperbaiki semua itu,” tuturnya.

Rizal menegaskan, kalau tujuan holding BUMN pertambangan hanya untuk membesarkan aset dan beli Freeport sebaiknya diabaikan. “Soal freeport, tunggu aja sampai habis kontraknya . ‘Ini momentum bagi kita untuk berbenah,” ujar dia. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.