Sabtu, 28 November 2020

Ini Alasannya Kenapa Minum Antibiotik Harus Habis

Ini Alasannya Kenapa Minum Antibiotik Harus Habis

Foto. Minum obat antibiotik harus sesuai petunjuk dokter. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Salah dalam mengonsumsi obat antibiotik bisa membuat tubuh menjadi kebal atau resisten terhadap obat. Antibiotik harus dibeli dengan resep dokter dan dikonsumsi hingga habis sesuai petunjuk dokter.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dra. Maura Linda Sitanggang, PhD mengatakan, antibiotik harus digunakan secara bijaksana dengan resep dokter. Artinya, konsumsi antibiotik benar – benar harus sesuai dengan anjuran dan sesuai dengan resep yang diberikan dokter.

“Para apoteker juga tidak boleh sembarangan memberikan antibiotik tanpa resep dokter. Ini adalah salah satu langkah bijak untuk konsumsi antibiotik agar tidak sembarangan,” paparnya saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, baru-baru ini.

Hal lain yang lebih penting adalah antibiotik bukan menjadi obat cadangan, atau obat persediaan di rumah. Sebab antibiotik diberikan oleh dokter kepada pasien dan harus dihabiskan.

“Penyimpanan obat dan cara mengamankan obat serta kepatuhan konsumsi harus diperhatikan,” tambahnya.

Menurut dia, antibiotik digunakan untuk infeksi bakteri bukan virus. Sebab itu, patuh dengan aturan pakai termasuk durasi dan dosis adalah kunci penting agar tidak timbul resistensi dalam tubuh. Jika minumnya tidak tuntas, ungkap dia, bakteri dalam tubuh akan tetap timbul dan berkembang karena tidak dibasmi secara tuntas.

Antibiotik juga bukan obat pembasmi virus. Jadi, masyarakat dimintanya jangan salah kaprah.

“Virus itu tidak ada obatnya, bukan diobati dengan antibiotik. Antibiotik termasuk kategori obat keras, karena itu harus dengan resep dokter. Contoh penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri adalah TBC, Gonorrhea, Typhus, Disentri. Contoh penyakit yang sering keliru dengan infeksi bakteri adalah batuk pilek, muntah dan diare,” katanya.

Apa yang terjadi ketika mengonsumsi antibiotik tidak habis? Ini akan menimbulkan sifat resistensi atau kebal ditularkan ke bakteri sejenis, atau populasi bakteri resisten akan semakin banyak menyebar. Karena itu, cegah dengan penggunaan antimikroba yang bijak dan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Contoh sederhana adalah dengan rajin cuci tangan. Ini dapat mencegah perpindahan virus, istirahat yang cukup dan konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Namun ketika sakit yang disebabkan oleh adanya bakteri, maka harus diobati dengan tepat sehingga mendapatkan resep dokter yang benar,” ungkapnya.

Karena banyaknya kesalahpahaman dalam menggunakan antibiotik, menyebabkan bertambahnya kematian akibat dari resistensi terhadap obat. Ironisnya, penemuan antibiotik hingga kini semakin menurun, tetapi tingkat resistensi pada manusia semakin meningkat.

“Ini menjadi sebuah hal yang sangat sulit. Kematian semakin meningkat karena mengalami resistensi antibiotik. Karena itu, pemerintah menggencarkan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema CerMat) untuk mengkampanyekan kepada masyarakat agar cerdas dalam menggunakan obat dan selalu ingat antibiotik hanya dapat diperoleh dengan resep dokter,” ujarnya. (*/maida)

Sumber: Inilah.com

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.