Senin, 23 November 2020

Insiden di Komplek Bilabong, Ini Penjelasan Polisi

Insiden di Komplek Bilabong, Ini Penjelasan Polisi

Foto: Massa salah satu ormas sedang mengerumuni para pelaku pengrusakan yang diamankan polisi ke dalam gedung yang diduga kantor pengembang Bilabong. (Facebook)

Bogor, Swamedium.com — Kapolresta Depok, Kombes Herry Heryawan menjelaskan insiden yang terjadi di komplek perumahan Bilabong, Bojonggede Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/11) siang tadi.

Kombes Herry mengatakan, tidak terjadi pengrusakan tempat ibadah, yang benar adalah pengrusakan sebuah bangunan tempat berkumpul salah satu ormas yang di dalamnya terdapat fasilitas mushola.

“Awalnya tempat berkumpul salah satu ormas ditertibkan oleh ormas lain atas perintah sang developer yang mengaku sebagai pemilik lahan,” kata Kombes Herry, di lokasi.

Pihaknya pun membantah kalau insiden tersebut terkait isu SARA

”Suasana sempat memanas setelah di media sosial ramai menyebutkan isu SARA atas bentrok di Billabong. Ada yang menyebut bangunan yang dirobohkan adalah tempat ibadah. Tetapi setelah petugas yang mengamankan para pelaku dari lokasi yang diratakan tersebut memang tempat itu sebagai tempat berkumpul lalu solat biasa saja bukan tempat ibadah pada umumnya,” ungkap dia.

Pria yang akrab disapa Herriemen itu menambahkan, petugas mengamankan sebanyak 46 orang diduga pelaku pengrusakan dan di bawa ke Mapolresta Depok dengan kendaraan taktis Baracuda.

“Sebanyak 44 orang dari kubu ormas yang disuruh developer. Dua orang sisanya kamu amankan sebagai developer. Mereka akan dimintai keterangan untuk penyelidikan,” jelas Herry.

Menurut mantan Wakil Direktur Reseree Kriminal Umum Polda Metro Jaya itu, pihaknya menempatkan sejumlah petugas gabungan yang bersiaga dengan kendaraan taktis di lokasi bentrok untuk mengantisipasi aksi susulan.

Sementara Kapolsek Bojonggede AKP Agus Koster Sinaga menambahkan, dari peristiwa tersebut pihaknya mengamankan sejumlah senjata tajam dari kelompok yang bertikai.

“Senjata tajam sudah kita sita ditempat aman. Situasi sempat memanas namun sekarang sudah seperti biasa. Dan sebagian orang mulai satu persatu membubarkan diri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, para pelaku sementara dikenakan Pasal 170 KUHP.

Sebelumnya beredar video di media sosial Facebook yang dari narasi dalam video itu disebutkan terjadi pengrusakan terhadap sebuah mushola di Bilabong.

Narator juga sempat menanyai beberapa orang di lokasi dan didapati informasi bahwa bangunan yang dirusak adalah sebuah mushola.

Dalam video itu nampak sejumlah orang mengenakan atribut sebuah ormas kedaerahan yang sedang mengerumuni sebuah gedung yang diduga kantor pengembang Bilabong, tempat para pelaku diamankan kepolisian. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.