Senin, 23 November 2020

Kasus Novel Baswedan, Pemuda Muhammadiyah: Tak Ada yang baru dalam Penyidikan Polisi

Kasus Novel Baswedan, Pemuda Muhammadiyah: Tak Ada yang baru dalam Penyidikan Polisi

Foto: Dahnil Anzar (kiri) berfoto bersama Novel Baswedan dan aktivis HAM, Haris Azhar. (Twitter @Dahnilanzar)

Jakarta, Swamedium.com — Rilis kepolisian terkait sketsa yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya kemarin sama sekali tidak menunjukkan perkembangan baru.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, yang mengatakan rilis tersebut menunjukkan fakta bahwa banyak kejanggalan dari proses penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian dan sekaligus membuktikan pentingnya dibentuk TGPF.

“Memperkuat fakta lambatnya kasus ini ditangani karena sketsa itu baru dihasilkan polisi setelah 226 hari (hari dirilis ke publik) padahal sketsa itu sudah dipublikasi dan dimuat oleh salah satu Koran dan majalah nasional sejak 1 Agustus 2017 yang lalu,” kata Dahnil melalui rilis yang diterima Swamedium.com, Sabtu (25/11).

Berikutnya, kata Dahnil, kedua sketsa wajah yang dihasilkan berbeda dengan sketsa yang dirilis oleh Kapolri ketika beliau dipanggil Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Apakah yang dimaksud dengan perkembangan baru adalah perbedaan itu? Dan kenapa bisa berbeda itu justru menjadi pertanyaan besar,” tukas Dahnil.

Bahkan, sambung dia, salah satu sketsa mengidentifikasikan salah satu terduga yang sempat dipanggil dan diperiksa oleh polisi namun karena menurut polisi memiliki alibi yang kuat, maka yang bersangkutan dilepas oleh polisi.

“Perkembangan positif akan signifikan membuka fakta, apabila dibentuk TGPF, dari kejanggalan-kejanggalan cara kerja polisi tersebut kami khawatir kasus ini justru akan semakin kabur,” tutup Dahnil. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.