Jumat, 27 November 2020

Vivo Energi Garap Bisnis Elpiji, Pertamina Makin Kepepet

Vivo Energi Garap Bisnis Elpiji, Pertamina Makin Kepepet

Foto. PT Vivo Energy menggempur pasar migas dengan mendistribusikan bensin gas elpiji dengan harga lebih murah dari pesaingnya.(ist)

Jakarta, Swamedium.com – Gas elpiji dari PT Pertamina (Persero) bakal memiliki pesaing. Setelah memunculkan SPBU yang menjual bensin murah, PT Vivo Energi Indonesia juga akan menjual gas elpiji dengan harga lebih murah dari milik Pertamina. Penjualan elpiji ini akan dilakukan oleh anak usahanya, yaitu PT Sierra Nusa Gas.

Corporate Communication PT Vivo Energi Indonesia Maldi Aljufrie menyatakan, pihaknya akan menjual elpiji kepada masyarakat luas. Nantinya, elpiji tersebut akan dijual dengan harga yang lebih murah dibanding elpiji milik PT Pertamina.

“Melalui afiliasi atau anak usaha PT Vivo Energy yaitu PT Sierra Nusa Gas akan menjual LPG di kawasan awal yaitu Jawa bagian Timur,” kata Maldi Aljufrie, Jumat (24/11) yang dikutip Antara.

Tabung gas elpiji nantinya akan terdiri dari berbagai ukuran dengan merk Nusagas dan warna tabung jingga. Jenis tabung tersebut berukuran LPG 4,5 Kg, 8 Kg, 16 Kg dan 60 Kg.

Dia menjelaskan, merk Nusagas tersebut akan diluncurkan sebelum akhir tahun ini, namun baru bisa dijual pada kuartal pertama 2018 atau awal Januari 2018 sebab masih terkendala dalam administrasi.

Maldi menuturkan, untuk tabung ukuran 4,5 kg akan dikenakan harga Rp25.500 per tabung, ukuran 8 kg senilai Rp56.000, kemudian ukuran 15 kg dijual Rp110.000. Sedangkan, ukuran tabung 60 kg akan diberikan nominal harga Rp460.000.

Dia menambahkan, harga-harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan milik Pertamina. Di mana elpiji ukuran 3 kg Pertamina memiliki harga kisaran Rp 15.500, bahkan di pasaran bisa mencapai Rp20.000, dengan kategori subsidi.

Sementara, elpiji Pertamina ukuran 12 kg harga di tingkat agen di pulau Jawa adalah pada angka Rp 129.000, sedangkan jenis Nusagas yang mendekati adalah ukuran 15 kg dengan harga Rp 110.000.
Nusagas direncanakan akan diluncurkan sebelum akhir tahun. Namun, elpijinya baru bisa dijual pada triwulan pertama 2018 atau awal Januari 2018 sebab masih terkendala dalam administrasi.

Seperti diketahui, PT Vivo Energy Indonesia awalnya bernama PT Nusantara Energy Plant Indonesia (PT NEPI) yang berganti nama sesuai dengan SK Menkumham nomor AHU-0021674.AH.01.02.TAHUN 2017 pada tanggaI 19 Oktober 2017.

Kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dengan mengizinkan beroperasinya SPBU baru VIVO ini dinilai tidak mengindahkan Perpres 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, yang mengatur penyediaan bahan bakar jenis RON 88 yang seharusnya hanya boleh beredar untuk wilayah khusus dan tertentu untuk mendukung kebijakan politik Presiden, yaitu BBM Satu Harga. Vivo mengakalinya dengan menyediakan BBM jenis RON 89 (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.