Sabtu, 28 November 2020

Disdik Bandung Siap Rehab SD Cijerah 182

Disdik Bandung Siap Rehab SD Cijerah 182

Foto: Plafon atap SDN Cijerah 182 yang roboh. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Dinas Pendidikan Kota Bandung menerjunkan tim untuk menanggapi peristiwa jatuhnya atap bangunan SD Cijerah 182 Kota Bandung, Jumat 24 November 2017.

Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang PPSD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Dani Nurahman mengatakan, Disdik akan segera memberikan bantuan untuk perbaikan atap bangunan tersebut.

“Kita sedang menunggu dulu pencopotan police line yang akan dikoordinasikan oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah,” kata Dani, Sabtu (25/11).

“Kalau dipersentase, hanya 10% bagian bangunan yang rusak. Sekarang juga bisa diperbaiki. Tapi karena masih ada police line, kami belum bisa masuk,” tambahnya.

Dani menjelaskan, sekolah itu bukan ambruk. Hanya ada bagian atapnya yang jatuh dan menimpa plafon di atas ruang kelas IV. Pecahan plafon itulah yang menimpa anak-anak yang tengah melakukan proses belajar mengajar pada Jumat pukul 10.30 WIB.

Atas kejadian tersebut, satu orang siswa kelas IV yang tertimpa pecahan plafon itu telah diberi perawatan di Rumah Sakit Avisena Jalan Melong, Cimahi.

“Nazwa, nama siswa tersebut harus mendapat tiga jahitan di bagian kepala. Ada pula Siti Yuliana, Laila Afifah, dan Siti Diva mengalami luka memar. Sedangkan 27 anak lainnya tidak mengalami luka-luka,” katanya.

“Sebetulnya tindakan sekolah sudah sangat benar. Semua anak dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa satu-persatu. Mereka tidak apa-apa, hanya ada satu yang luka dan ada yang memar. Tapi tidak parah. Mereka langsung diperbolehkan pulang lagi,” ujar Dani.

Ruangan kelas SD Cijerah dibangun tahun 2006, lanjut Dani, dari luar tidak terlihat ada kerusakan. Kendati begitu, pihak sekolah sudah mengajukan perbaikan untuk dikerjakan pada tahun anggaran 2018.

“Bagian itu memang kalau dilihat dari luar memang baik-baik saja, tidak rusak. Makanya belum dimasukkan ke alokasi perbaikan. Baru tahun depan mau diperbaiki,” katanya.

Dani mengaku telah siap melakukan perbaikan. Jika telah diijinkan, dalam kurun waktu kurang dari satu minggu perbaikan sudah bisa selesai. Anak-anak pun sudah bisa menggunakan kembali ruangan itu seperti sedia kala.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 30 siswa kelas IV SD Cijerah 182 Kota Bandung, Jawa Barat, harus dilarikan ke Rumah Sakit Avisena Cimahi akibat tertimpa runtuhan atap plafon saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, Jumat (24/11).

Kepala SD Perumnas Cijerah 182 Kota Bandung, Sutimah, mengungkapkan, kejadian runtuhnya atap flafon tersebut terjadi sekitar jam 10.30 WIB.

“Tiba-tiba ada suara ‘bruk’ dari lantai dua dibarengi dengan teriakan anak-anak. Kami langsung melihat kondisi kelas, anak-anak juga langsung dibawa ke RS Avisena takut kenapa-kenapa,” katanya.

Hasil pemeriksaan pihak dokter, hanya beberapa siswa saja yang mengalami luka robek di kepala dan lecet. Sedangkan siswa yang tidak mengalami luka diperbolehkan kembali ke sekolahnya.

“Soalnya kan banyak debu yang menempel di kepala siswa, takutnya ada yang terluka parah, makanya seluruh siswa dibawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa, satu anak harus dijahit di kepala, serta dua anak mengalami memar dan lecet di kaki,” bebernya.

Setelah pihak orangtua dihubungi, para siswa langsung dipulangkan ke rumah masing-masing. Sutimah menduga, runtuhnya atap plafon kelas tersebut karena sudah tua dan lapuk. Padahal, pihak sekolah rencananya akan merehab kelas ini tahun depan. (Ris)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.