Senin, 23 November 2020

Guru PNS Sudah Sejahtera, Berapa Sih Gajinya?

Guru PNS Sudah Sejahtera, Berapa Sih Gajinya?

Foto. HUT PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional tahun 2017. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Kesejahteraan guru berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) saat ini sudah relatif baik yang dipicu adanya tunjangan guru. Sayangnya, kesejahteraan itu mayoritas baru dinikmati oleh guru-guru di kota besar dan belum dinikmati oleh para guru honorer.

Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim mengatakan, kesejahteraan guru kini sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pendapatan itu bisa tercapai karena ada tambahan tunjangan.

“Kalau kesejahteraan guru untuk saat ini memang patut disyukuri. Dibandingkan beberapa tahun lalu sudah jauh lebih baik. Kalau nominal sudah bisa hampir Rp 10 juta, bahkan ada yang di atas itu,” kata Ramli, Sabtu (25/11) saat memperingati Hari Guru Nasional yang dirilis Liputan6.com.

Menurut Ramli, setidaknya saat ini ada tiga sumber pendapatan guru. Pertama adalah gaji, kedua yaitu tunjangan profesi dan ketiga adalah tunjangan daerah. Untuk tunjangan daerah, baru diperoleh semasa kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo.

Sayangnya, Ramli mengakui, kesejahteraan masih belum merata. Mayoritas yang memperoleh pendapatan besar tersebut masih terfokus di kota-kota besar di Indonesia.

“Jadi masih ada guru yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan, namun juga masih ada yang berpenghasilan Rp 500 ribu per bulan, ini yang harus menjadi pekerjaan rumah pemerintah,” ujar dia.

Guru-guru yang memiliki penghasilan masih kecil tersebut, Ramli menyebutkan mayoritas adalah guru-guru berstatus honorer. Dari angka yang disampaikan, setidaknya guru berstatus PNS saat ini jumlahnya masih terbatas. Setidaknya, perbandingan antara guru PNS dan yang tidak mencapai 1:13.

Pada peringatan hari guru kali ini, pihaknya berharap ada kenaikan status guru honorer.”Jadi kita harap para guru yang honorer itu bisa ditingkatkan statusnya apakah menjadi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak atau jadi PNS,” tutur dia.

Tiga permasalahan

Hal senada dikatakan oleh Ketua Fraksi PPP di DPR, Reni Marlinawati. Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) menyoroti setidaknya ada tiga permasalahan di dunia pendidikan.

Pertama adalah mengenai kesejahteraan guru honorer yang masih belum terselesaikan. Saat ini masih ada guru honorer dengan gaji sekitar Rp 150 ribu per bulannya. Padahal, jumlah guru honorer mencapai hampir satu juta orang.

“Perlu ada langkah extraordinary untuk mengurai persoalan guru honorer. DPR dan Pemerintah harus duduk bersama untuk mencari keluar atas persoalan ini,” ujar Reni dalam keterangan tertulis, Minggu (26/11).

Permasalahan kedua, pemerataan penyebaran tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Hal itu dinilai penting untuk menghindari terjadinya ketimpangan kualitas guru antara daerah satu dan yang lain.
Pemerataan tenaga pendidik juga berimbas pada kualitas anak didik.

Ketiga, kata Reni, kualitas guru juga masih harus ditingkatkan dan mengikuti perkembangan zaman.
“Terlebih, tantangan tenaga pendidik saat ini menghadapi generasi millenial yang sarat dengan inovasi,” ujar Wakil Ketua Umum DPP PPP itu. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.