Jumat, 27 November 2020

Ada Bukti Pungli di Tanah Abang, Lulung Minta Ombudsman Lapor Polisi

Ada Bukti Pungli di Tanah Abang, Lulung Minta Ombudsman Lapor Polisi

Foto: Wakil Ketua DPRD DKI, Abraham 'Lulung' Lunggana. (Bili/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Wakil Ketua DPRD DKI fraksi PPP, Abraham ‘Lulung’ Lunggana mengaku geregetan mendengar kicauan Ombudsman terkait dugaan pungli di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

Pasalnya, Ombudsman dinilai hanya membentuk opini publik melalui media tanpa adanya solusi penyelesaian masalah.

“Dia (Ombudsman) tanggal 23 katanya mau menyampaikan kepada publik, aku bilang kenapa selalu Tanah Abang? Jangan bentuk opini tanah abang selalu ada masalah,” cetus Lulung di Balai Kota, Jakarta, Senin (27/11).

Lanjut, meski mengapresiasi langkah Ombudsman dalam menginvestigasi adanya dugaan pungli antara Aparat Satpol PP dan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) Tanah Abang. Menurut Lulun, akan jauh lebih baik jika hasil investigasi tersebut dilaporkan kepada pihak Kepolisian.

“Itu kan ada alat bukti, kenapa sih dibentuk opini itu sampai diberitakan. Kenapa tidak ditindak? Laporkan ke polisi kalau itu memang sangat meresahkan. Justru oknum Ombudsman ini membuat keresahan kepada kami dan warga Tanah Abang,” tegasnya.

Lulung pun menegaskan siap bersama-sama membantu Ombudsman memberantas dugaan adanya pungli.

“Ya itu termasuk kejahatan, pembunuhan karakter dan meresahkan masyarakat Tanah Abang. Ayok kalau mau kita basmi itu namanya pungli, jangan ngomong aje,” tandasnya.

Sebelumnya diwartakan, Ombudsman memutar video rekaman investigasi dugaan maladministrasi penertiban pedagang kaki lima (PKL). Video diputar untuk membuktikan adanya penyimpangan sekaligus menjadi rekomendasi untuk perbaikan.

Video yang diputar menunjukkan investigasi tim Ombudsman pada 9-10 Agustus. Investigasi dilakukan di sejumlah tempat yakni Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Pasar Tanah Abang, Stasiun Tebet, dan kawasan sekitar Mal Ambasador. Ada 10 asisten yang memantau penataan dan penertiban PKL oleh Satpol PP.

Ada dua video yang diputar. Pertama, video soal kesemrawutan lokasi yang dipantau. Sedangkan video kedua berisi percakapan investigator dengan orang diduga preman dan oknum Satpol PP. Dalam perbincangan, oknum Satpol PP menyatakan bisa mengatur lapak berjualan di dekat Menara Imperium, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. (Bil)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.