Senin, 23 November 2020

Dituding Tertutup karena Tirai, Sandiaga: Kita Terbuka Banget!

Dituding Tertutup karena Tirai, Sandiaga: Kita Terbuka Banget!

Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan, tirai tersebut sama sekali tidak bisa dijadikan patokan jika pihaknya tertutup. Selama ini, Anies-Sandi selalu rajin melayani keluhan masyarakat yang hadir di Balai Kota dengan ramah. (Bili/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menanggapi santai soal framing sejumlah media yang menyebut pihaknya tertutup lantaran terpasangnya tirai putih di Pendopo Balai Kota, Jakarta.

Sandiaga menegaskan, adanya tirai tersebut sama sekali tidak bisa dijadikan patokan jika pihaknya tertutup. Apalagi selama ini Sandiaga dan Anies Baswedan selalu rajin melayani keluhan masyarakat yang hadir di Balai Kota dengan ramah.

“Itu enggak menyatakan kami tertutup, kita kan selama ini terbuka banget, kita transparan abis,” ucap Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Senin (27/11).

Kemudian, Sandiaga menjelaskan, pemasangan tirai tersebut bukan atas perintahnya. Namun, ketika ditanya kepada pengurus gedung, penggunaan tirai merupakan usulan agar dokumentasi selama adanya pertemuan tidak terganggu cahaya yang masuk.

“Saya tanya kemarin itu, ya tentunya menambah kefokusan acara itu supaya di dalam pencahayaan nya tidak terlalu bright kalau ambil gambar dari dalam suka backlight jadi diusulkan ditaruh tirai ini,” jelasnya.

Meski demikian, Sandiaga mengatakan jika dirinya tidak pernah terganggu jika masyarakat ada yang mengintip melalui jendela.

“Enggak sama sekali (terganggu privasinya) saya sama sekali orangnya terbuka kok,” pungkasnya.

Sebelumnya sejumlah media menyebut jika pemasangan tirai tersebut menunjukkan kepemimpinan Anies-Sandi tertutup pada masyarakat.

Padahal, kalaupun tidak dipasang tirai, jarang sekali masyarakat yang mengintip ke dalam. Daripada sekadar mengintip, warga lebih memilih menemui langsung Anies-Sandi. (Bil)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.