Jumat, 27 November 2020

Era Globalisasi, Ancaman Non Militer Cenderung Ganggu Keutuhan NKRI

Era Globalisasi, Ancaman Non Militer Cenderung Ganggu Keutuhan NKRI

Foto: Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono mengatakan, di era globaliasi saat ini, ancaman Non Militer semakin potensial menimbulkan bahaya yang lebih besar terhadap kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini ditegaskan Kasad, usai mempimpin Apel Danrem Dandim Terpusat di Secapa TNI AD, di Gedung Jenderal Sudirman Secapa AD, Jl Hegarmanah, Bandung, Senin (27/11).

Menurut Kasad Mulyono, Apel Terpusat 2017 kali ini diikuti sebanyak 403 orang termasuk Danrem, Dandim, dan para pejabat setingkat Paban/Dir/Ses (Bincab, Fung) yang terkait dengan fungsi Pembinaan Teritorial (Binter). Selain itu, kegiatan ini, sebagai ajang untuk evaluasi apa yang sudah dan akan dilaksanakan oleh para Danrem dan Dandim

Era Globalisasi memang memberikan berbagai kemudahan dan kemajuan yang dihasilkan, namun, membawa dampak kompleksitas permasalahan yang timbul bagi masyarakat dalam Berbangsa dan bernegara yang juga berpengaruh terhadap pertahanan Nasional.

Dikatakan, TNI yang diberi tugas menjaga Kedaulatan Negara dan Keutuhan Wilayah NKRI harus terus membangun kekuatan secara memadai agar mampu menghadapi perubahan dan hakekat ancaman tersebut.

“Untuk itu, para para Danrem dan Dandim serta kemandan satuan harus paham dan mampu menjalankan kebijakan-kebijakan pimpinan TNI AD, terutama di daerahnya masing-masing,” tegasnya.

Saat ditanya terkait sikap TNI dalam menghadapi Pilkada 2018, Jenderal Mulyono mengatakan, Pilkada merupakan pesta Demokrasi rakyat Indonesia, Untuk itu, TNI akan menjamin keamanan dan kenyamanannya.

“Saya instruksikan seluruh para Danrem dan Dandim di seluruh wilayah Indonesia harus waspada dan antisipasi pada kemungkinan ancaman yang timbul pada saat kelang, pelaksanaan dan pasca Pilkada,” ujar Jenderal Mulyono.

Selain itu, TNI tidak boleh terprovokasi oleh situasi, melainkan harus proporsional dan profesional serta tidak boleh terbawa oleh ajakan-ajakan pihak tertentu, karena harus bersifat netral.

“Sekali lagi saya tegasnya TNI harus netral. Netralitas TNI tidak bisa ditawar lagi, bila ada yang keluar dari koridor tersebut akan memperoleh sangsi tegas,” tandasnya. (Ris).

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.