Sabtu, 28 November 2020

Pembunuhan Sopir Go-Car, Polresta Pekanbaru Tangkap 4 dari 6 Pelaku

Pembunuhan Sopir Go-Car, Polresta Pekanbaru Tangkap 4 dari 6 Pelaku

Foto: Kepolisian Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru akhirnya menemukan mobil Suzuki Ertiga Warna Putih dengan Plat BM 1654 NV yang dikendarai Ardhie saat hilang pada 22 oktober 2017 lalu. (Hasbullah/jurnalis warga/swamedium)

Pekanbaru, Swamedium.com – Polresta Pekanbaru perlahan-lahan mulai berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap sopir Go Car, Ardhie Nuraswan. Hasilnya, empat dari enam pelaku pembunuhan sudah diamankan.

“Keempat pelaku itu ditangkap di lokasi berbeda di Pekanbaru, Sumatera Utara dan Banten,” ungkap Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto, saat di temui di Mapolresta Pekanbaru, Senin (27/11).

Lebih lanjut, Kapolresta menyatakan dua pelaku lainnya masih buron, dan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang identitasnya sudah di kantongi tersebut.

Selain mengamankan empat pelaku, kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit mobil Suzuki Ertiga warna putih dengan nomor polisi BM 1654 NV milik korban yang dibuang di dalam jurang di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada Selasa (14/11) kemarin.

“Mobil korban sejak beberapa hari lalu sudah kita temukan di tanah Karo Sumatra Utara, Identitas dan pengakuan pelaku juga sudah kita dapatkan. bagaimana proses mobil tersebut sampai disana dan termasuk proses pengamanan barang bukti,” jelasnya.

Diceritakan Susanto, Ardhie dibunuh di Pekanbaru dengan cara di jerat lehernya dari belakang oleh pelaku di dalam mobilnya dalam perjalanan menuju ke Kandis, Kabupaten Siak.

“Setelah dipastikan tewas, korban lalu dibuang ke areal kebun sawit milik masyarakat yang lokasinya berada di Jalan Lintas Pekanbaru – Duri KM 57 Kelurahan Telaga Sam – Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak,” ungkap Tanto.

Dilanjutkan Kapolresta, walau identitas dan pengakuan keempat pelaku ini sudah didapatkan, bagaimana mobil milik korban ditemukan di sana, termasuk barang buktinya sudah diamankan, pihaknya masih menunggu hasil DNA secara ilmiah yang akan keluar tiga hari lagi.

“Sambil menunggu identifikasi secara ilmiah melalui proses DNA yang dua atau tiga hari lagi kita akan memperdalam barang bukti korban, peristiwa penjemputan sampai dengan pembuangan korban,” tutupnya. (Hasbullah/jurnalis warga)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.