Senin, 23 November 2020

Pusat Kurang Uang, Pemda Malah Parkir Dana di Bank Rp 238,85 T

Pusat Kurang Uang, Pemda Malah Parkir Dana di Bank Rp 238,85 T

Foto. Dana milik Pemda banyak terparkir di perbankan. Sampai kapan begini? (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Pemerintah pusat bingung kekurangan uang, sementara pemerintah daerah (pemda) bergelimangan uang dan dibiarkan parkir di perbankan. Dana milik pemda yang menganggur di perbankan secara nasional mencapai Rp 238,85 triliun per Oktober 2017.

Jumlah dana pemda yang parkir di perbankan ini, per Oktober 2017 naik signifikan 15,47 persen atau sebesar Rp 32 triliun dibanding realisasi Oktober tahun lalu senilai Rp 206,85 triliun.

Laporan Kementerian Keuangan yang dirilis Liputan6.com, Senin (27/11) mengungkapkan, simpanan dana pemda di perbankan per Oktober 2017 sebesar Rp 238,85 triliun ini naik sebesar Rp 12,2 triliun dari posisinya pada akhir bulan sebelumnya yang mencapai Rp 226,63 triliun.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Boediarso Teguh Widodo menjelaskan, kenaikan posisi simpanan pemda di bank per Oktober ini disebabkan karena beberapa hal.

Pertama, adanya realisasi pendapatan daerah pada Oktober 2017 yang lebih tinggi dari realisasi belanja daerah pada periode yang sama. “Realisasi pendapatan daerah pada Oktober 2017 mencapai sebesar Rp 100,59 triliun,” katanya.

Realisasi pendapatan daerah itu, termasuk realisasi pendapatan daerah itu termasuk Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 72,23 triliun. Sementara realisasi belanja daerah pada Oktober 2017 hanya mencapai sebesar Rp 92,56 triliun. Penyerapan belanja ini lebih tinggi dibanding dengan realisasi belanja September ini sebesar Rp 73,3 triliun.

Faktor kedua, adanya peningkatan jumlah realisasi TKDD pada Oktober 2017 sebesar Rp 12,59 triliun atau 21,11 persen jika dibandingkan dengan realisasinya pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 59,64 triliun. Angka itu juga naik 12,82 persen jika dibandingkan realisasi TKDD pada September 2017 sebesar Rp 64,02 triliun.

“Kenaikan realisasi TKDD pada Oktober 2017 dibanding dengan realisasinya September 2017, terutama karena pada Oktober 2017 terdapat kenaikan realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DAK Non Fisik, dan Dana Desa,” jelas Boediarso.

Rincian dana

Dana simpanan pemda di tingkat Provinsi di perbankan pada Oktober 2017 sebesar Rp 88,67 triliun. Jumlah ini lebih tinggi Rp 5,18 triliun atau 6,20 persen dari realisasinya pada September 2017 sebesar Rp 83,49 triliun. Realisasi ini lebih tinggi Rp 30,19 triliun atau 34,05 persen dari posisinya pada Oktober 2016 sebesar Rp 58,47 triliun.

Sementara jumlah agregat dana simpanan pemda Kabupaten di perbankan per akhir Oktober 2017 mencapai sebesar Rp 114,17 triliun. Nilai ini lebih tinggi Rp 5,59 triliun atau 5,15 persen dari posisinya pada akhir bulan sebelumnya sebesar Rp 108,58 triliun.

Jumlah tersebut lebih tinggi Rp 0,46 triliun atau 0,40 persen dari posisinya pada Oktober 2016 sebesar Rp 113,71 triliun.

Sedangkan nilai dana simpanan pemda Kota di perbankan pada akhir Oktober 2017 sebesar Rp 36,01 triliun. Jumlah ini lebih tinggi Rp 1,45 triliun atau 4,21 persen dari posisinya di September ini sebesar Rp 34,56 triliun.

Jumlah tersebut berarti lebih tinggi Rp 1,34 triliun atau 3,73 persen dari posisinya pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 34,66 triliun. (*/maida)

Sumber: Liputan6.com

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.