Jumat, 27 November 2020

Reuni Akbar Alumni 212 Bisa Jadi Momen Pembinaan Politik Islam

Reuni Akbar Alumni 212 Bisa Jadi Momen Pembinaan Politik Islam

Foto: Ilustrasi Reuni Akbar Alumni 212. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Direktur Pondok Pesantren Tinggi, Al Islam, Bekasi, Dr Zain An-Najah MA mengatakan, reuni akbar alumni 212 harus menjadi momen pembinaan seputar politik Islam, bukan hanya ajang untuk kumpul.

“Tidak cukup umat Islam hanya kumpul, reuni, tapi juga harus ada pengajian, pembinaan, itu penting. Jadi tadi itu 212 hanyalah simbol saja, harusnya ada pembinaan seperti pengajian-pengajian politik Islam. Jadi kita butuh nafas panjang, jangan nafas pendek cuma semangat doang mengadakan reuni,” kata Zain seperti dikutip Kiblat.net, Ahad (26/11) kemarin.

Ia juga menjelaskan, pengajian politik Islam bisa disamakan dengan pelajaran sosial politik di universitas, yang dapat diikuti oleh masyarakat umum.

“Tujuan politik Islam bukanlah perang. Namun bagaimana mengajak manusia untuk masuk ke dalam Islam tanpa pertumpahan darah. Seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam peristiwa pembebasan Kota Makkah,” jelas dia.

Untuk itu, Zain menilai, mempelajari ayat-ayat politik adalah hal yang penting agar umat Islam ‘melek’ politik sehingga umat Islam memahami perpolitikan yang santun berdasarkan al Quran dan hadits serta petunjuk ulama. Dengan begitu, sambung dia, umat Islam tidak mudah dibodohi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan dan agenda terselubung terhadap umat Islam, bangsa dan negara Indonesia.

“Polisi, tentara, itu dikuasai oleh kekuatan politik, karenanya umat Islam harus sadar dan paham politik Islam,” pungkasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.