Senin, 23 November 2020

Selain Sektor Riil, Bisnis Perbankan Tahun Depan Diprediksi Melambat

Selain Sektor Riil, Bisnis Perbankan Tahun Depan Diprediksi Melambat

Foto. Aset perbankan nasional tahun depan diprediksi belum sesuai harapan karena perekonomian diprediksi melambat. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Perekonomian yang lesu masih akan membayangi sektor riil maupun sektor finansial di tahun 2018. Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memproyeksi pertumbuhan aset perbankan pada tahun depan susah untuk tumbuh dua digit. Tahun politik, salah satu alasannya.

Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas Aviliani mengatakan, tahun depan merupakan tahun politik. “Pebisnis cenderung masih menunggu atau wait and see,” kata Aviliani yang dirilis Kontan.co.id di akhir pekan.

Dia memproyeksikan, tahun depan hanya kredit infrastruktur yang akan menjadi pendorong bisnis-bisnis bank. Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu untuk membangun kepercayaan diri masyarakat.

Selain infrastruktur, tahun depan diproyeksi kredit rumah subsidi diperkirakan bisa mendorong bisnis bank. Ini seiring dengan target satu juta rumah pemerintah.

Uuntuk bisnis bank lain, tahun depan Perbanas memproyeksi akan relatif stagnan. Sampai kuartal III-2017 aset perbankan mencapai Rp 6874 triliun atau naik 10,46% secara year on year (yoy).

Ketua Dewan Komisioner Wimboh Santoso pada Rabu (27/9) menyebut, tahun lalu, besaran aset perbankan hanya sekitar 55 persen dibandingkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Rasio itu relatif jauh lebih rendah dibandingkan Filipina 94 persen, Thailand 124 persen, Malaysia 195 persen, dan Singapura 279 persen.

Rasio penyaluran kredit terhadap PDB juga tak lebih baik mengingat masih ada di kisaran 43 persen. Bandingkan dengan Filipina yang mencapai 61 persen, Thailand 125 persen, Singapura 129 persen, dan Malaysia 134 persen.

Guna mendorong pertumbuhan jumlah aset dan penyaluran kredit, OJK mendorong perbankan untuk terus meningkatkan efisiensi. Hal itu salah satunya bisa dicapai dengan berinovasi dan memanfaatkan teknologi. Jika perbankan efisien maka suku bunga kredit bisa turun dan pada akhirnya mendorong permintaan kredit. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.