Minggu, 29 November 2020

Bagaimana Pembatasan Pengunjung Kompleks Masjid Al-Aqsha?

Bagaimana Pembatasan Pengunjung Kompleks Masjid Al-Aqsha?

Dengan latar Kubah Shakhrah, seorang pria berjalan dengan payung di dalam Kompleks al-Haram asy-Syarîf, yang dibasahi oleh gerimis, Jumat (24/11). (KNRP)

Al-Quds, Swamedium.com — Pembatasan pengunjung situs al-Haram asy-Syarîf bagi orang-orang Palestina telah berlangsung sekian tahun.

Situs al-Haram asy-Syarîf berada di al-Baldah al-Qadîmah (Kota Tua), al-Quds, Tepi Barat, Palestina.

Kolonialis Israel sangat membatasi warga Jalur Gaza mengunjungi situs suci Islam itu, sedangkan bagi warga Tepi Barat, berlaku pembatasan usia yang boleh memasukinya.

Pemerintah kolonialis Israel berdalih bahwa pembatasan tersebut karena alasan keamanan.

Untuk sementara ini, kompleks Baitul Maqdis dibuka bagi jamaah shalat saja. Akan tetapi, biasanya kolonialis Israel memberlakukan pembatasan usia. Mereka melarang pria berusia di bawah 50 tahun dan wanita berusia di bawah 45 tahun memasukinya.

Dari 15 akses atau pintunya, lima pintu sudah ditutup sejak dahulu. Kelima pintu itu terdiri dari tiga pintu di sebelah selatan Kompleks dan dua pintu di bagian timur Kompleks.

Kelima pintu yang ditutup itu ialah Bab adz-Dzahabi di timur, Bab al-Janâiz di timur laut, Bab ats-Tsulatsi atau al-Hudah di selatan, Bab al-Muzdawij di selatan, dan Bab al-Munfarid di tenggara.

Sebelas pintu yang masih terbuka terdiri dari sepuluh pintu bagi Muslim dan hanya satu pintu khusus para pengunjung yahudi, kristian, dan nonmuslim yang lainnya.

Kesepuluh pintu bagi Muslim itu adalah Bab al-Asbath di pojok timur laut, Bab al-Huthah di utara, Bab al-‘Atim di utara, Bab al-Ghawanimah di barat laut, Bab al-Majlis di barat, Bab al-Hadid di barat, Bab al-Qathanin di barat yang berhadapan dengan Kubah Shakhrah, Bab al-Muthaharah, Bab as-Salam di barat, dan Bab as-Silsilah di barat.

Bab al-Magharibah yang khusus bagi nonmuslim terletak di bagian barat daya Kompleks al-Haram asy-Syarîf.

Sementara itu, para pengunjung yahudi dan kristian berstatus sebagai turis. Mereka tidak diperkenankan bernyanyi, berdoa, dan melakukan segala tindakan keagamaan yang lainnya. (*/Pamungkas)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.