Senin, 23 November 2020

Begini Kronologi Pembunuhan Sopir Go-Car di Pekanbaru

Begini Kronologi Pembunuhan Sopir Go-Car di Pekanbaru

Foto: Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (28/11), motif pelaku adalah ingin mengambil mobil Suzuki Ertiga BM 1654 NV milik korban. (Hasbullah/jurnalis warga/swamedium)

Pekanbaru, Swamedium.com – Kepolisian Polresta Pekanbaru berhasil menangkap dan mengungkap motif pembunuhan terhadap Sopir Go Car, Ardhie Nuraswan yang dilaporkan hilang pada 22 oktober 2017 lalu.

Diceritakan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (28/11), motif pelaku adalah ingin mengambil mobil Suzuki Ertiga BM 1654 NV milik korban dengan modus mengorder Go Car dari Koro-koro menuju Payung Sekaki.

Lebih lanjut, Kapolresta menyebut kepolisian mulai melakukan penyelidikan usai melacak riwayat orderan Ardhie, barulah diketahui bahwa pelaku menunggu korban di Karaoke keluarga Koro-koro, dan selanjutnya kepolisian memeriksa rekaman cctv.

Diketahui, sebelum menggunakan jasa korban, 6 pelaku sempat mengorder go car sebanyak dua kali, namun ketika mengetahui jenis dan merk mobilnya, pelaku membatalkan orderannya karena nilai jual mobil tersebut dinilai rendah.

Barulah saat mengetahui mobil milik Ardhie memiliki nilai jual tinggi, pelaku langsung meminta antar ke payung sekaki. Saat korban mulai menyupir, pelaku menjerat leher pemuda berusia 23 tahun ini dari belakang menggunakan tali yang diduga sudah disediakan.

“Setelah lemas, korban ditarik ke kursi belakang lalu pelaku secara bersama-sama melakukan pembunuhan,” jelas pria yang akrab disapa Tanto tersebut.

Usai menghabisi nyawa korbannya, pelaku lantas membuang jasad korban dalam kebun sawit di Telaga sam-sam, Kandis, Siak hingga ditemukan oleh pemilik kebun, Charles pada 8 November lalu.

Dari penemuan mayat Ardhie yang sudah menjadi kerangka tersebut, kepolisian langsung melakukan penyelidikan lebih jauh hingga berhasil meringkus empat dari enam pelaku di tiga tempat berbeda.

Adapun keempat tersangka yang ditangkap ini masing-masing berinisial VH dan MT yang di tangkap di perbatasan Pekanbaru – Kampar, LP didaerah Simalungun Sumatera Utara, sedangkan FS di daerah Banten Jawa Barat.

Selain mengamankan empat pelaku, Polresta Pekanbaru juga mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya mobil Ertiga yang dikemudikan Ardhie, tali untuk menjerat leher korban, barang elektronik (Handphone) serta pakaian yang melekat pada tulang belulang korban. (Hasbullah/jurnalis warga)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.