Senin, 23 November 2020

Cuitan akun Setkab ini Dinilai Indikasi Ancaman dan Ujaran Kebencian

Cuitan akun Setkab ini Dinilai Indikasi Ancaman dan Ujaran Kebencian

Foto: Cuitan akun Twitter Setkabgoid yang telah dihapus. (Twitter)

Jakarta, Swamedium.com — Linimasa media sosial digegerkan oleh cuitan yang diunggah akun resmi Setkabgoid, Selasa (28/11). Akun setkabgoid itu mencuit kalimat bernada Ancaman sekaligus adu domba.

Dalam cuitan itu, akun Sekretariat Kabinet Kerja itu menyebut Presiden Joko Widodo menugaskan NU untuk mengambil tindakan tegas kepada pihak yang dinilai radikal dan intoleran.

“Kita sudah minta kepada jajaran NU agar tegas pada aliran radikal dan intoleran, apapun organisasinya -Presiden Jokowi,” kata Direktur Komunitas Politik Pembebasan Zain Rahman mengulang cuitan akun tersebut.

Beberapa jam setelahnya, diketahui, cuitan tersebut telah dihapus karena telah viral di linimasa media sosial.

Apakah postingan itu Hoax? Kalau iya, maka setkab sendirilah yang menyebarkan isu Hoax,” tanya Zain.

Sebaliknya, jika cuitan itu benar, lanjut Zain, maka Setkab telah menyebarkan ujaran kebencian.

Apakah postingan itu Benar? Maka setkab sendirilah yang telah menyebar ujaran kebencian,” tandasnya.

Zain pun mempertanyakan, kalau memang hal itu diperintahkan ke NU, maka sejatinya Lembaga NU dan turunannya bisa menjadi ancaman sekaligus menggantikan posisi dan peran aparat keamanan.

“Ini mengindikasikan, persekusi oleh NU dan turunannya adalah bentuk radikalisme,” tukasnya.

Selain itu, Zain juga menanyakan apakah cuitan tersebut benar pernyataan yang dikeluarkan Jokowi. Dia meminta Presiden untuk menjelaskannya

“Apakah (itu) benar pernyataan Jokowi? Maka Jokowi harus memberikan pernyataan terkait hal tersebut. Apalagi Penulisannya dengan kata “Presiden Jokowi” yang mewakili pemerintah,” ujar Zain.

Dia pun meragukan penegakan hukun kalau nantinya ada pihak yang akan melanjutkan insiden cuitan itu ke ranah hukum.

“Apakah ini bisa diadili? Jawabnya hahaha,” pungkas Zain. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.