Minggu, 29 November 2020

Desak Munaslub di Desember 2017, Akar Rumput Golkar Gulirkan Petisi Online

Desak Munaslub di Desember 2017, Akar Rumput Golkar Gulirkan Petisi Online

Foto Wakil Ketua Partai Golkar DPC Kota Bandung Aat Safaat Hodijat. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Penggagas Petisi Online Musyawarah Nasional Luar Biasa Munaslub Partai Golkar Aat Safaat Hodijat mengatakan Munaslub Partai Golkar harus segera dilakukan agar marwah partai, terkait bermasalahnya Ketua Umum bisa secepatnya terselesaikan dengan baik. Kalau bisa Munaslub bergulir bulan Desember 2017.

“Petisi untuk mendesak terselenggaranya Munaslub sudah dibuat sejak beberapa hari lalu dan sampai hari ini sudah 15 ribu orang yang menyetujuinya,” kata Aat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Partai Golkar Kota Bandung saat jumpa wartawan di Jl Pelajar Pejuang, Bandung, Selasa (28/11).

Aat Safaat tidak pasang target berapa jumlah warga masyarakat yang akan dijaringnya lewat petisi online tersebut, harapannya bisa sebanyak-banyaknya, sebab tujuan dari bergulirnya desakan ini hanya untuk menjaga marwah partai seiring dengan jadi tersangkanya Ketua Umum Partai Golkar.

“Berapapun boleh, 100 ribu, satu juta, lebih baik. Tujuannya agar pemimpin di pusat mengetahui ada desakan munaslub di akar rumput, agar marwah partai terjaga,” jelasnya.

Marwah partai yang dimaksud Aat Safaat dalam penjelasannya ini maksudnya adalah agar elektabilitas Partai Golkar bisa terus terjaga tidak hancur seiring bertahannya seorang pesakitan di jajaran petinggi partai.

“Elektabilitas partai dalam pemilihan legislatif 2014, lalu mencapai 14,7 persen atau 18,4 juta pemilih. Jangan sampai anjlok. Kalau perlu harus menjadi nomor satu, jangan bertahan di posisi kedua seperti saat ini,” jelasnya.

Dengan bergulirnya Munaslub, dan terpilihnya pimpinan baru di partai, Aat Safaat berharap elektabilitas partai bisa terdongkrak kembali, kalau perlu elektabilitasnya naik dari posisi kedua menjadi posisi pertama. Ungguli PDIP yang elektabilitasnya sesuai Pileg 2014, lalu 18,9 persen atau dengan 23,6 juta pemilih.

“Itu harapan semua, warga yang telah menyetujui diselenggarakannya Munaslub,” terang Aat.

Warga pendukung petisi online, tambah Aat, tidak bisa membayangkan kalau elektabilitas atau jumlah pemilih partai merosot drastis.

Ditanya hasil dari petisi online mempertanyakan kebijakan partai mendorong orang luar partai menjadi kandidat Gubernur –mendukung Ridwan Kamil jadi Balon Gubernur Partai Golkar, Aat Safaat mengatakan itu sudah berakhir.

“Itu sudah selesai. Sebab saat ini yang tengah bergulir adalah petisi online lanjutan mendesak munaslub,” ungkapnya.

Harapan Aat Safaat, munaslub bisa cepat terwujud karena waktunya sudah sangat pendek, mengejar waktu sebelum bergulirnya tahapan pendaftaran bakal calon Walikota/Bupati/Gubernur di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Serentak 2018.

“Kalau bisa Desember, Munaslub sudah bisa terselenggara. Karena tidak lama lagi pendaftaran bakal calon pimpinan wilayah akan segera bergulir,” katanya. (Ris)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.