Senin, 23 November 2020

Pengungsi Bali Banjiri Lombok, Kemensos Buka Posko 24 Jam

Pengungsi Bali Banjiri Lombok, Kemensos Buka Posko 24 Jam

Foto: Salah satu posko pengungsian warga terdampak aktivitas Gunung Agung yang meningkat. (Iqlima/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Kementerian Sosial mendirikan posko menyusul gelombang kedatangan para pengungsi dari Bali ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Posko yang beroperasi selama 24 jam tersebut dibangun di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB.

“Posko ini dijaga Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mendata pengungsi asal Bali yang datang ke Lombok lewat jalur laut menggunakan kapal ferry,” ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Surabaya,Selasa (28/11).

Dikatakan Khofifah, Pelabuhan Lembar melayani penyeberangan dari Pelabuhan Padang Bai (Bali). Dengan jarak 38 mil laut, penyeberangan yang melewati Selat Lombok ini memakan waktu sekitar 4-6 jam.

Khofifah mengatakan, pengungsi yang datang ke Lombok umumnya menuju ke rumah sanak saudara. Mereka memilih meninggalkan Bali dan menunggu kondisi Gunung Agung Kondusif.

Hingga Senin (27/11) Jumlah pengungsi yang terdata semenjak status Gunung Agung naik dari siaga menjadi awas sebanyak 29.023 jiwa yang tersebar 217 titik pengungsian.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Agung dari level III (siaga) menjadi level IV (awas). Kenaikan status ini diumumkan oleh Kabid Mitigasi PVMBG I Gede Suantika pada Senin (27/11).

Khofifah menghimbau kepada masyarakat agar tidak begitu saja percaya dengan berita di media sosial, namun mencari kebenaran informasi perkembangan kebencanaan melalui posko resmi Gunung Agung maupun pemberitaan di media-media terpercaya.

“Masyarakat harus tetap tenang namun waspada. Jangan mendekati zona merah bencana,” imbuhnya.

Khofifah menjamin cadangan beras pemerintah (CBP) cukup untuk memenuhi kebutuhan pengungsi Gunung Agung termasuk pengungsi terdampak dari banjir maupun longsor.

Pemerintah saat ini memiliki CBP sebanyak 278 ribu ton beras. Khusus Bali, sebanyak 11 dapur umum lapangan disiapkan di tujuh Kabupaten/Kota masing-masing Tabanan, Buleleng, Denpasar, Klungkung, Karangasem, Gianyar, dan Bangli.

“Saat ini penanganan pengungsi dipimpin langsung Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, Margowiyono,” tambahnya.
(Ari)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.