Minggu, 22 November 2020

Gara-gara Pamer Kekayaan di Media, Pengacara Setnov Didatangi Petugas Pajak

Gara-gara Pamer Kekayaan di Media, Pengacara Setnov Didatangi Petugas Pajak

Foto. Pengacara tersangka korupsi Ketua DPR RI Setya Novanto, Frederich Yunadi berurusan dengan petugas pajak gara-gara pamer kemewahan di media. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Berhati-hatilah pamer kekayaan di ranah publik karena petugas pajak siap mencocokkannya dengan data di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Gara-gara pamer kemewahan itu, petugas pajak telah mendatangi pengacara Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi.

Petugas pajak akan mencocokkan pengakuan-pengakuannya di media itu dengan data di SPT. Bila pengakuannya tidak sesuai dengan data SPT, tentu Frederich menanggung konsekuensinya.

Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, kedatangan petugasnya bukan dalam rangka penelusuran. Karena memang yang bersangkutan sudah secara tegas mengakuinya.

“Bukan penelusuran, dia mengaku sendiri kok. Ngapain ditelusuri, self assessment,” kata Ken Dwijugiasteadi usai berbicara di Seminar Nasional Sinergi Tiga Pilar antara Direktorat Jenderal Pajak, Konsultan Pajak dan Akademisi di Universitas Brawijaya Malang, Selasa (28/11) yang dirilis merdeka.com.

Namun Ken menolak menjelaskan hasil kunjungan dari petugasnya tersebut.

“Itu kewenangan kita. Kita tidak bisa menyampaikan pajak kamu sekian, pajak kamu sekian. Dia men-declare sendiri, mengaku sendiri. Kalau dia belanjanya begini. Ya kita cocokin penghasilannya. Masukin SPT nggak? selesai sudah,” jelasnya.

Seperti diketahui, Fredrich Yunadi dalam wawancara di You Tube Channel dengan Najwa Shihab mengaku memiliki gaya hidup mewah dan kerap menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk sekali pergi ke luar negeri. Tak cuma itu, Fredrich juga senang belanja barang-barang bermerek dengan harga fantastis.

Kekayaan Fredrich, diakuinya tidak hanya berasal dari honor sebagai pengacara, namun juga dari warisan keluarga dan juga sejumlah usaha.

Terkait pernyataan itu, Direktorat Jenderal Pajak telah menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Nggak ditelusuri ya, dia sudah ngaku kok. Kalau menelusuri saya ngeker-ngeker dulu, ndak lah. Dia sudah ngomong sendiri,” kata Ken.

“Sudah kita lakukan sesuai dengan SOP. Nggak perlu dipanggil, didatangin saja. Quesioner sudah selesai. Sudah, nggak kesuen (tidak lama-lama),” tegasnya. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.