Jumat, 27 November 2020

Ini Penyebab Dana Haji Akan Ditarik Dari Bank Konvensional ke Bank Syariah

Ini Penyebab Dana Haji Akan Ditarik Dari Bank Konvensional ke Bank Syariah

Foto. Kepala BPKH, Anggito Abimanyu. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Kepala Badan Pelaksana BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) Anggito Abimanyu akan memindahkan semua dana haji dari bank konvensional ke bank syariah. Ini upaya untuk menegakkan aturan soal dana haji yang sudah diinstruksikan pemerintah sejak lima tahun lalu.

‘’Tidak pandang bulu, semua dana haji di bank konvensional akan kami tarik seluruhnya,’’ kata Anggito saat membuka acara FGD Investasi Keuangan Haji di Perbankan Syariah di Jakarta, di awal pekan ini.

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji serta Peraturan Menteri Agama Nomor 30 tahun 2013, secara tegas menyatakan bahwa BPS BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) adalah bank syariah dan bank umum nasional yang memiliki layanan syariah.

Jadi penarikan itu, menurut Anggito, sebagai bentuk dari kepatuhan dan penegakan terhadap aturan yang ada.

Meski dana haji yang empat tahun lalu sudah diintruksikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama untuk dipindahkan dari bank konvensional ke bank syariah sampai saat ini masih ada yang nyangkut. Karena itu BPKH akan segera menariknya.

Menurut Anggito, dana hasil tarikan itu akan menjadi dana pertama BPKH yang segera diinvestasikan.

Kata Anggito, sebagaimana amanat undang-undang itu pula bahwa penempatan dana BPKH tetap di perbankan syariah. Hanya saja sebagaimana juga diamanatkan dalam undang-undang, persentase dana yang ditempatkan di perbankan akan dikurangi, yakni dari 65 persen menjadi 50 persen.

Bagaimana agar dana yang ditempatkan di bank syariah tidak berkurang? Harus kreatif. Bank syariah harus menciptakan produk-produk yang kreatif agar BPKH bisa masuk berinvestasi. ‘’Silakan menciptakan ide-ide kreatif agar kami bisa melakukan investasi ke bank syariah, tentu produk itu juga harus aman bagi kami,’’ kata Anggito.

Dana yang akan dikelola BPKH sekitar Rp 93 triliun ditambah dengan DAU (Dana Abadi Umat) senilai Rp 6,5 triliun. Dana-dana tersebut sebagian akan ditempatkan di instrumen investasi yang aman dan berjangka panjang. Sebagian dana lagi, terutama yang terkait dengan pelaksanaan haji akan diinvestasikan ke tempat yang bukan saja aman tetapi juga likuid atau mudah ditarik. (*/maida)

Sumber: teropongsenayan

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.