Minggu, 29 November 2020

PBB Dipastikan Ikut Pemilu 2019, Yusril Minta Masyarakat Jangan Ragu

PBB Dipastikan Ikut Pemilu 2019, Yusril Minta Masyarakat Jangan Ragu

Foto: Partai Bulan Bintang menggelar pertemuan dengan para pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di markas PBB, Jalan Pasar Minggu Raya, Jakarta Selatan, Senin (27/11).

Jakarta, Swamedium.com – Keluarga besar Partai Bulan Bintang (PBB) merasa lega setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan PBB lolos persyaratan administrasi untuk menjadi peserta pemilu 2019. Sebelumnya, partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu sempat dinyatakan tidak lolos administrasi karena tidak melengkapi persyaratan input data pada sistem informasi parpol (sipol).

Yusril menilai kalau sipol KPU bermasalah. PBB, kata dia, sejatinya memiliki dokumen persyaratan administrasi secara hard copy dan lengkap di 34 provinsi. Namun, lantaran sipol sering bermasalah, proses input data pun tidak bisa dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan KPU, yakni pada 16 Oktober 2017

“Maka kami menyatakan keberatan ke Bawaslu. Kami bawa semua berkas kami sebagai bukti, yakni kepengurusan di 512 DPC, 34 DPW dan 5000an kecamatan. Kita buktikan bahwa kita telah penuhi semua syarat, hanya saat itu belum semua diinput ke Sipol karena servernya bermasalah,” kata Yusril, di Jakarta, Senin (27/11) lalu.

Yusril mengaku tidak adil hanya gara-gara belum menginput data ke Sipol partai tidak bisa ikut dalam konstelasi pemilu. Padahal, menurutnya, jajaran DPP hingga kader di daerah telah bekerja keras dalam mempersiapkan persyaratan administrasi. Dan syarat tersebut sudah terpenuhi.

“Akhirnya Bawaslu memberikan rekomendasi ke KPU untuk meninjau lagi persyaratan administrasi kami. Oleh KPU, kami diberi waktu lima hari untuk input data ke Sipol. Dan alhamdulillah kami dinyatakan lolos seleksi administrasi,” jelasnya.

Meskipun masih ada satu tahapan yang harus dijalani, yakni verifikasi faktual, Yusril optimistis partainya dipastikan mengikuti pemilu 2019.

“Untuk PBB verifikasi faktual hanya dilakukan di wilayah pemekaran, yakni di Provinsi Kalimantan Utara dan 22 kabupaten/kota. Dan untuk wilayah itu kami sudah pastikan tidak ada masalah. Sehingga, pada pengumuman akhir KPU pada bulan Februari 2018 nanti, insya Allah kami resmi jadi peserta pemilu,” kata dia.

Sebelumnya, kader dan simpatisan PBB di daerah diakui sempat gundah saat PBB tidak tercantum dalam daftar partai yang lolos persyaratan KPU. Mereka pun saling bertanya dan meminta konfirmasi kepada DPP di Jakarta.

Terkait keluarnya keputusan lolosnya PBB dalam persyaratan administrasi, Yusril meminta para kader dan masyarakat yang hendak menjadi calon legislatif di PBB tidak perlu ragu. Sebab, PBB, kata dia, sudah memiliki berbagai strategi untuk mendongkrak perolehan suara pada pemilu mendatang.

“Sekarang saya umumkan, kader dan caleg PBB tidak perlu ragu karena partai kita dipastikan ikut pemilu. Sekarang mari kembali bekerja keras, karena waktu kita tidak banyak. Masih banyak yang harus kita kerjakan untuk sama-sama membesarkan partai ini,” tegasnya.

Ditanya soal target pada pemilu 2019, Yusril mengaku tidak mau muluk-muluk.

“Kami targetnya minimal bisa punya fraksi di DPR, karena sebelumnya kami tidak punya,” tutur Yusril.

Sementara itu, Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor menyatakan, dalam kesempatan itu sebanyak 28 pimpinan DPW hadir guna konsolidasi awal menghadapi pemilu 2019.

“Beberapa DPW tidak hadir karena ada bencana di daerahnya, seperti Bali. Kami ingin sampaikan ke mereka bahwa PBB sudah lolos persyaratan administrasi KPU dan marilah kembali bekerja membesarkan PBB di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Ferry juga memastikan PBB akan mencalonkan Yusril sebagai presiden sambil menunggu keputusan gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi terkait uji materi Pasal 222 Undang-Undang 7/2017 tentang Pemilu soal presidential threshold (PT).

”Kalau dikabulkan MK, insya allah Pak Yusril akan maju menjadi calon presiden. Dan ini akan mengubah politik secara signifikan. Peran sosok itu sangat penting. Saat SBY calonkan diri menjadi presiden, suara Demokrat naik. Pak Prabowo nyapres, suara Gerindra naik pesat. Ini bisa mengubah kondisi politik. Partai kecil jadi besar dan besar jadi kecil,” jelasnya. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.