Senin, 23 November 2020

Program Kenaikan Daya Listrik Lanjut, Dirut PLN: Abonemen Tidak Naik

Program Kenaikan Daya Listrik Lanjut, Dirut PLN: Abonemen Tidak Naik

Foto. PLN tidak akan menaikkan abonemen listrik meski ada kebijakan kenaikan daya listrik ke 5.500 VA. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Meski menuai kontroversi, rencana PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyederhanakan golongan listrik 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, dan 4.400 VA ke 5.500 VA terus jalan. Kabar baiknya, kenaikan daya listrik itu tidak akan diikuti oleh kenaikan abonemen (biaya berlangganan listrik). Abonemen listrik rumah tangga tetap sesuai golongan lama masing-masing.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengungkapkan, abonemen tidak berubah agar tidak membebani masyarakat terkait rencana pemerintah menyederhanakan golongan listrik.

“Abonemennya mengikuti dari golongan yang lama supaya tidak ada beban tambahan bagi masyarakat,” ujar Sofyan usai Rapat Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Selasa (28/11) yang dirilis CNNindonesia.

Seperti diketahui, apabila abonemen mengikuti golongan 5.500 VA, maka masyarakat akan menanggung kenaikan biaya listrik karena biaya dasar berlangganan setiap golongan berbeda-beda.

“Perbedaannya mahal, jauh ada yang 76.000, ada yang 120.000 ada yang dua ratus sekian ribu, tapi kalau golongannya 1.300 VA tetep bayar yang 76.000,” kata Sofyan.

Dia menegaskan, masyarakat tidak akan dikenakan biaya apapun terkait rencana penyederhanaan golongan tersebut.

“Penyederhanaan golongan listrik gratis sambungan tambahan. Gratis itu, sedang kami jajaki kemarin sudah ketemu semua pihak. Nampaknya pemahamannya baru mengerti,” ungkapnya.

Biaya perubahan golongan listrik terbilang besar jika dibebankan kepada masyarakat. Umumnya, perubahan daya dari 1.300 VA dikenakan biaya Rp4,06 juta, perubahan daya dari 2.200 VA dikenakan biaya Rp3,19 juta, serta perubahan daya 4.400 VA dikenakan biaya Rp1,06 juta.

Selain itu, dia melanjutkan, sampai akhir tahun mendatang PLN tidak akan menaikkan tarif dasar listrik. “Untuk awal tahun belum ada pembahasan,” tutur dia. (*/maida)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.