Sabtu, 28 November 2020

Hindari Protes, Program Kenaikan Daya Listrik Tunggu Persetujuan Konsumen

Hindari Protes, Program Kenaikan Daya Listrik Tunggu Persetujuan Konsumen

Foto. Rencana penyederhanaan golongan listrik masih akan disosialisasikan. (nael)

Jakarta, Swamedium.com – Realisasi Program Penyederhanaan golongan listrik yang akan menaikkan daya listrik ke 5.500 VA masih menunggu persetujuan masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Ignasius Jonan minta PT PLN (Persero) melakukan survei untuk melihat animo masyarakat.

Menurut Jonan, penyederhanaan golongan listrik baru akan terlaksana jika mendapatkan persetujuan dari masyarakat.

“Arahan Bapak Presiden, coba (rencana penyederhanaan golongan) ini disosialisasikan dulu, ditanyakan, sampai semua sepakat. Jadi tidak terburu-buru sekarang,” tutur Jonan di Jakarta, Kamis (30/11).

Rencananya, PLN akan menyederhanakan golongan listrik dengan menghapus golongan 1.300 VoltAmpere (VA), 2.200 VA, 3.300 VA, dan 4.400 VA dan memindahkannya ke 5.500 VA. Perseroan memastikan biaya penambahan daya tidak akan dibebankan kepada masyarakat. Selain itu, penambahan daya juga tidak akan menambah beban abonemen.

Saat ini, lanjut Jonan, pihaknya telah meminta PLN untuk melakukan survei untuk melihat animo masyarakat terkait rencana tersebut. Namun saat ditanya, apa dasar hukum yang akan digunakan pemerintah untuk menerapkan kebijakan itu, Jonan tak memberikan jawaban pasti.

“Yang penting itu sosialisasinya, bukan peraturannya. Masyarakat bisa terima atau tidak (rencana penyederhanaan golongan listrik), itu yang paling penting,” ujarnya.

Menurut Jonan, penggunaan teknologi di era sekarang sudah semakin masif. Konsekuensinya, daya listrik yang dibutuhkan masyarakat bakal semakin besar.

Dengan kebijakan ini, masyarakat bakal dibebaskan jika ingin menambah daya. Saat ini, perubahan daya listrik dikenakan biaya hingga jutaan. Perubahan daya dari 1.300 VA dikenakan biaya Rp4,06 juta, perubahan daya dari 2.200 VA dikenakan biaya Rp3,19 juta, serta perubahan daya dari 4.400 VA dikenakakan biaya Rp1,06 juta.

“Penambahan daya ini sukarela kok. Kalau tidak mau juga tidak apa-apa,” ujarnya.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebelumnya khawatir rencana penyederhanaan golongan ini akan melambungkan tagihan listrik konsumen. Sebab, kenaikan daya listrik akan mendorong konsumen menjadi lebih boros dan tak terkendali dalam mengonsumsi listrik. Ini berlawanan dengan Kampanye Hemat Energi dan Hemat Listrik yang digembar-gemborkan pemerintah. (*/maida)

Sumber: CNNindonesia.com

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.